1. Home
  2. ยป
  3. Gadget
20 Oktober 2017 16:54

10 Kebiasaan sepele pakai smartphone ini nggak kamu sadari picu bahaya

Smartphone sudah jadi barang kebutuhan pokok.
+
foto: facebook/advanindonesia

Brilio.net - Smartphone telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Mulai dari pagi hingga menjelang tidur, smartphone seolah nggak bisa dilepaskan dari genggaman manusia. Kecanggihan teknologi yang ada pun ikut memengaruhi kebiasaan dalam menggunakan smartphone.

Lewat smartphone dalam genggaman, kamu bisa melakukan apa aja sesuai keinginan dan kebutuhan. Namun demikian, nggak banyak yang menyadari ada bahaya mengintai dari kebiasaan menggunakan smartphone. Kebiasaan penggunaan smartphone ini kerap dilakukan orang dan banyak orang yang menyepelekannya padahal rentan bahaya. Termasuk kamu?

Nah, berikut 10 kebiasaan sepele penggunaan smartphone yang nggak kamu sadari memicu bahaya sebagaimana disarikan brilio.net dari Make use of, Jumat (20/10).

1. Nggak mengunci handphone dengan pola tertentu.

BACA JUGA :
“Veronika”, social chat pertama di Indonesia untuk memuaskan pelanggan

foto: facebook/advanindonesia

Bagi kebanyakan orang membuka kunci keamanan setiap menyalakan smartphone begitu menganggu. Mereka selalu memasukan deretan angka atau pola tertentu setiap menyalakan smartphone. Hal tersebut seakan memakan waktu dan ribet bagi kebanyakan pengguna. Oleh sebab itu, mereka hanya menggunakan kunci keamanan sederhana yang sekadar digeser atau disentuh saja.

Kebiasaan nggak menerapkan kunci keamanan ekstra ini adalah kebiasaan yang justru memicu bahaya. Siapapun pengguna smartphone, meski bukan pemiliknya akan dengan mudah menggunakan smartphone. Data maupun file-mu bisa jadi sasaran kejahatan jika smartphone-mu dipegang orang lain.

2. Asal mengakses Wi-Fi umum.

BACA JUGA :
10 Meme 'ngumpul nggak asyik', kamu pernah ngalami?

foto: nextbigfuture.com

Sudah jadi kebiasaan pengguna smartphone di publik area dengan fasilitas free Wi-Fi, akan lebih memilih Wi-Fi dibanding paket internet pribadi. Demi menghemat kuota, pengguna akan mengakses internet lewat jaringan Wi-Fi.

Kebiasaan menggunakan Wi-Fi umum ini ternyata bisa memicu risiko keamanan utama. Informasi yang dikirim melalui jaringan Wi-Fi publik ini ternyata dapat diakses oleh siapa saja, termasuk hacker. Oknum tersebut akan dengan mudah mencuri informasi termasuk data pribadimu.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, sebaiknya kamu menghubungkan internet Wi-Fi dengan Virtual Private Network (VPN) dan jangan asal menghubungkan Wi-Fi secara otomatis di tempat umum.

3. Nggak menggunakan antivirus.

foto: riyardiarisman.com

Banyak pengguna nggak menyadari bahwa smartphone merupakan gawai yang rentan. Bukan cuma komputer yang bisa terkena virus malware, smartphone ini juga bisa terserang. Kurangnya kesadaraan informasi tersebut membuat para pengguna enggan menginstal atau menggunakan antivirus sebagai pencegahan.

Menurut Journal of Information Systems Technology and Planning, lebih dari 96% pengguna smartphone nggak memiliki perangkat antivirus di handphonenya. Beberapa pengguna smartphone mengalami masalah dalam menginstal antivirus dan perangkat lunak keamanan lainnya. Padahal ada berbagai antivirus gratis yang bisa diunduh dengan mudah.

4. Nggak menggunakan security software.

foto: facebook/advanindonesia

Nggak cuma antivirus yang penting buat smartphone. Smartphone juga perlu pengamanan ekstra dari software keamanan (security software). Tak sedikit dari pengguna yang belum mengetahui fitur tersebut. Biasanya, security software ini merupakan sistem bawaan dari smartphone di mana mampu menjaga data, aplikasi, maupun informasi pengguna agar tetap aman.

Dalam kondisi terburuk sekalipun, semua data dan informasi yang ada dalam smartphone tetap aman. Sistem security itu menjadi langkah preventif untuk jaga-jaga semisal gawai hilang dan data-datanya berisiko disalahgunakan pihak nggak bertanggung jawab. Salah satu smartphone dengan sistem security canggih ini bisa kamu dapatkan pada Advan A8 yang punya fitur Anti Theft.

foto: hariangadget.com

Fitur Anti Theft ini memiliki berbagai fungsi di antaranya tracking di mana smartphone akan mudah terlacak saat kelupaan menaruh atau hilang. Dilengkapi pula dengan Alarm finder di mana mampu memberikan bunyi sebagai penanda dan petunjuk lokasi smartphone.

Nggak cuma itu, Advan A8 ini juga memiliki manual shoot di mana mampu mengambil foto oknum yang mencuri atau mengambil HP-mu. Selain itu dilengkapi pula Lock mobile phone untuk mengunci smartphone hingga benar-benar nggak bisa dibuka. Smartphone akan bisa dibuka hanya dengan scan wajah pemiliknya yang difasilitasi lewat XLocker.

Fitur keamananan dari Advan A8 ini benar-benar komplet. Kamu nggak perlu khawatir dengan keamanan data dan aplikasi yang ada di HP-mu. Jadi, datamu aman, dan kemungkinan kamu nemuin HP-mu terbuka lebar. Cocok banget buat pengguna smartphone yang melek informasi dan digital seperti kamu! Penasaran dengan kecanggihan Advan A8 lainnya? Kamu bisa cari tahu di sini.

5. Jarang mengupdate sistem operasi di smartphone.

foto: facebook/advanindonesia

Produsen smartphone dan pengembang aplikasi secara teratur akan mengeluarkan pembaruan pada perangkat lunaknya. Hal tersebut digunakan untuk kenyamanan pengguna dan perbaikan fungsi dari perangkat sebelumnya.

Secara umum, seharusnya kamu selalu menerima informasi pembaruan. Akan tetapi, para pengguna kadang merasa risih dan enggan melakukan update karena beberapa alasan di antaranya menghemat kuota, waktu yang relatif lama, dan lain-lain.

6. Sembarangan menginstal aplikasi.

foto: techsuplex.com

Banyak pengguna smartphone yang hanya melihat keterangan aplikasi gratis lalu mengunduhnya begitu saja. Mereka tak memiliki pertimbangan atau mencari informasi sebelum mengunduh aplikasinya.

Kebiasaan asal mengunduh dan menginstal aplikasi di smartphone ini juga rentan bahaya. Bisa jadi aplikasi yang terunduh membawa bibit root hacker di mana bisa mencuri informasi pengguna.

Teliti sebelum mengunduh adalah cara paling utama agar terhindar dari aplikasi berbahaya. Pengguna bisa melihat riwayat pengembang, produk terdahulu, ulasan atau review dari pengguna sebelumnya. Dengan begitu, keamanan pun terjaga.

7. Nggak teliti sebelum mengklik link.

foto: clickherelearnmore.com

Merujuk pada data dari perusahaan RSA Cyber Security Experts menyebutkan pengguna smartphone lebih rentan terhadap serangan phishing atau pencurian identitas dibanding pengguna desktop. Hal tersebut disebabkan karena pengguna smartphone kurang waspada dengan keamanannya saat bertelusur dengan internet. Apalagi ketika mengunjungi sebuah situs yang ternyata menjebak dan terperangkap pada pencurian identitas.

Oleh sebab itu, sebaiknya mulai memilih dan memilah situs atau alamat website yang meragukan. Jangan asal mengklik link kalau nggak mau jadi korban pencurian identitas dari oknum nggak bertanggung jawab.

8. Lupa log out usai browsing atau bermain media sosial.

foto: dadchronicles.files.wordpress.com

Nggak cuma rentan dibajak status oleh teman-teman yang jahil, lupa log out media sosial juga bisa berakibat buruk untuk keamanan datamu. Contoh buruknya adalah ketika lupa untuk log out beberapa situs belanja online seperti PayPal, Amazon, dan eBay di mana terdapat informasi nomor kartu kredit atau data penting lainnya. Pastikan kamu jangan pernah mencentang kotak berisi perintah untuk menyimpan nama username dan password secara permanen.

Lebih baik rajin log in dan log out pada situs-situs yang biasa kamu buka untuk keamanan sendiri. Pasalnya, orang yang nggak bertanggung jawab bisa dengan mudah mengambil data dan informasimu secara bebas. Kamu pun bisa saja mendapat tagihan membengkak padahal nggak pernah membeli apa pun. Hal sama juga sebaiknya kamu lakukan pada media sosial lainnya kalau nggak mau informasi pribadimu dicuri.

9. Nggak langsung mematikan bluetooth.

foto: codenameone.com

Nggak sedikit pengguna yang terkadang lupa untuk mematikan bluetooth smartphonenya. Kebiasaan tersebut rentan memicu pembobolan data oleh hacker hanya lewat bluetooth atau dikenal dengan blebugging atau bluesnarfing. Pastikan untuk menggunakan bluetooth dengan semestinya, ketika sudah selesai menggunakan jangan lupa dinonaktifkan untuk menjaga keamanan smartphone.

10. Menyimpan data penting hanya di smartphone.

foto: facebook/advanindonesia

Smartphone menjadi benda yang nggak bisa lepas dari keseharian. Lewat satu sentuhan, apa pun keinginan kita bisa terpenuhi. Kemudahan tersebut secara nggak langsung memberikan kebiasaan bagi pengguna untuk menyimpan segala informasi penting di smartphone contohnya menyimpan PIN ATM dan data sensitif lainnya. Padahal data tersebut mampu dibobol atau dicuri oleh oknum untuk yang hal nggak diinginkan.

Nah, sekarang sudah tahu kan kebiasaan-kebiasaan sepele pakai smartphone yang ternyata bisa berujung bahaya? Yuk, lebih bijak dan cermat lagi memanfaatkan smartphone, guys!

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags