1. Home
  2. ยป
  3. Fashion
30 Maret 2019 22:01

Terinspirasi dari masjid di 5 benua, ini koleksi terbaru brand Shafira

Shafira menyajikan koleksi yang merepresentasikan perjalanannya menjelajahi dunia. Syifa Fauziah
foto: instagram @vinniphotowork

Brilio.net - Pagelaran busana Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 memang selalu ditunggu-tunggu. Bukan hanya bagi pencinta fashion, melainkan juga para desainer yang ingin menunjukkan karya.

Ya, IFW yang kali ini diadakan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, pada 27 sampai 31 Maret 2019, memang selalu menghadirkan desainer hebat. Para desainer pun menampilkan karya terbaik mereka.

BACA JUGA :
7 Gaya Tiffani, wanita yang ingin jadi istri kedua Sandiaga Uno


Seperti halnya dengan brand muslim Shafira yang sudah keenam kalinya kembali meramaikan panggung IFW 2019. Kali ini, Shafira menghadirkan koleksi yang luar biasa karena juga dalam rangka selebrasi atas 30 tahun perjalanannya.

Di IFW kali ini, brand muslim asal Bandung tersebut mengangkat tema World Wandered. CEO Shafira, Feby Mustafa mengatakan tema tersebut terinspirasi dari arsitektur bangunan masjid di lima benua.

"Kenapa masjid, karena saya terinspirasi dari salah satu masjid di Kota Bandung, pada 30 tahun yang lalu," ujar Feny saat ditemui media di Jakarta.

BACA JUGA :
10 Cara orang pakai celana ini bikin gagal paham


Dengan tajuk 'World Wanderer', Shafira menyajikan koleksi yang merepresentasikan perjalanannya menjelajahi dunia untuk menyerap dan menebarkan inspirasi melalui karya busana muslim istimewa.

Sedangkan lima masjid yang menjadi inspirasi utama merek adalah Cologne Mosque dari Eropa, Islamic Center of Washington DC Amerika Serikat, Adelaide Mosque Australia, Hassan II Mosque Africa serta Masjid Baiturrahman yang mewakili benua Asia.


Keindahan masjid di lima benua tersebut tersebut Feny tuangkan dalam 80 look busana berupa dress, blouse, outerwear dan juga hijab.

Sementara itu, untuk bahannya sendiri Feny menggunakan bahan yang beragam sesuai dari inspirasi masjid di lima benua tersebut. Misalnya Cologne Mosque di Jerman, menggunakan bahan dengan tekstur organza, satin silk dan shantung bermain dengan warna-warna pastel seperti abu-abu, biru dan pink. Sementara itu, koleksi gaya busana Aceh, terkesan sporty dengan bahan parasut, knitting dan songket. Detail bordirnya motif Kerawang Gayo yang biasa ditemukan pada tas atau kopiah.


Gaya busana Adelaide Central Mosque di Australia, cukup unik karena diaplikasikan dalam kain dengan teknik pewarnaan alam dan berbahan suede. Untuk gaya busana Amerika, lebih formal dengan bahan wooldan motif yang vintage dan everlasting seperti houndstooth dan bahan sifon digunakan untuk busana Moroccon style dari arsitektur Masjid Hassan II di Maroko.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags