1. Home
  2. ยป
  3. Duh!
9 Mei 2017 19:30

8 Kasus pengajuan suntik mati paling menggegerkan dunia

Ada yang pengajuannya ditolak namun ada juga yang dikabulkan. Karina Ayu Pradita

Brilio.net - Euthanasia adalah praktik pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit yang minimal, biasanya dilakukan dengan cara memberikan suntikan yang mematikan. Aturan hukum mengenai masalah ini berbeda-beda di tiap negara dan seringkali berubah seiring dengan perubahan norma-norma budaya maupun ketersediaan perawatan atau tindakan medis. Di beberapa negara, eutanasia dianggap legal, sedangkan di negara-negara lainnya dianggap melanggar hukum. Oleh karena sensitifnya isu ini, pembatasan dan prosedur yang ketat selalu diterapkan tanpa memandang status hukumnya.

Beberapa waktu lalu, Berlin Silalahi (46), penderita radang tulang yang lumpuh sekaligus korban tsunami Aceh ini mengajukan permohonan suntik mati atau euthanasia ke Pengadilan Negeri Banda Aceh. Ia kini tinggal bersama-sama dengan para bekas penghuni barak Gampong Bakoy di kantor Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Kuta Alam, Banda Aceh, setelah barak mereka digusur.

BACA JUGA :
Aksi guru SD jambak rambut dan menyeret muridnya ini bikin geregetan


Rupanya, kasus pengajuan suntik mati tak hanya dilakukan oleh Berlin saja, setidaknya adanya 8 kasus pengajuan suntik mati yang pernah menggegerkan dunia. Penasaran apa saja? Intip yuk daftarnya berikut ini yang dirangkum brilio.net dari oddee.com, Selasa (9/5).

1. Valentina Maureira.

BACA JUGA :
Balita hilang, kondisi lokasi penemuannya sungguh mengerikan

Gadis asal Chili, Valentina Maureira, yang kini berusia 18 tahun, pernah mengajukan suntik mati atau euthanasia saat usianya 14 tahun kepada Presiden Chili. Ia menderita Cystic Fibrosis, radang akibat gangguan pada kanal klorida yang terletak pada lapisan epitelia. Namun pengajuannya tersebut tak disetujui, mengingat suntik mati atau euthanasia merupakan suatu yang ilegal di Chili.

2. Britany Maynard.

Setelah menikah, Britany justru mendapat vonis menderita kanker otak agresif yang membuat hidupnya tinggal 6 bulan lagi. Ia pun akhirnya membuat keputusan untuk mengajukan suntik mati di negaranya saat itu. Pada 1 November 2014, ia memilih suntik mati dengan cara yang dipilih adalah kombinasi obat resep mematikan yang diperoleh secara resmi dari dokter.

Di Amerika sendiri hanya ada lima negara bagian yang mensahkan tindakan mengakhiri hidup dengan bantuan dokter. Salah satu negara bagian tersebut adalah tempat Maynard bermukim, yaitu Oregon.

3. George dan Betty Coumbias.

George dan Betty Coumbias adalah pasangan dari Kanada yang telah hidup bersama dalam pernikahan selama 50 tahun. Hanya karena ingin meninggal bersama, mereka pun mengajukan suntik mati ke pemerintah Kanada, namun ditolak, karena suntik mati atau euthanasia adalah tindakan ilegal di Kanada.

Namun takdir berkata lain, beberapa lama setelahnya, tepatnya tahun 2009, Betty justru divonis kanker dan meninggal kemudian, sedangkan George pun tetap melanjutkan hidupnya meski dengan kondisi yang terus menurun.

4. Marc dan Eddy Verbessem.

Kembar identik asal Belgia yang bernama Marc dan Eddy Verbessem memang lahir dengan kondisi tuli. Beberapa waktu setelah mereka dewasa, tepatnya pada tahun 2012, mereka menemukan bahwa cepat atau lambat kondisi mereka akan memburuk, akibatnya tak hanya tuli, mereka pun akan buta. Untuk itu, mereka mengajukan suntik mati ke negara dan dikabulkan. 14 Desember 2012, mereka di suntik mati oleh para dokter di Brussels University Hospital di Jette.

5. Frank Van Den Bleeken.

Frank Van Den Bleeken adalah seorang pembunuh yang divonis penjara selama 30 tahun. Karena ia tak ingin menderita di penjara terus-menerus sepanjang hidupnya, ia mengajukan suntik mati pada September 2014, dan permintaan tersebut dikabulkan.

Sejak tahun 2002, masyarakat di Belgia memang boleh mengajukan suntik mati, dan suntik mati sendiri tersebut telah dilegalkan.

6. Timothy 'Tim' Browers.

Timothy 'Tim' Browers mengalami kelumpuhan saat ia terjatuh dari pohon tahun 2013, tiga bulan setelah ia menikah, yang melukai sumsum tulang belakangnya. Ia memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara euthanasia. Negara pun menerima permohonan suntik matinya. Saat masih dirawat di rumah sakit, dokter pun melepaskan alat bantu pernapasannya, dan ia meninggal 5 jam setelahnya.

7. Nathan (Nancy Verhelst).

Nathan Verhelst melakukan operasi ganti kelamin menjadi wanita dengan nama Nancy Verhelst. Ia melakukan terapi hormon, mastektomi, dan operasi penis pada 2012, namun hasilnya jauh dari harapannya. Semenjak itu ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan euthanasia dan dikabulkan oleh negaranya yakni Belanda.

Tak hanya Belanda, Belgia dan Luxembourg merupakan negara-negara di Eropa yang melegalkan suntik mati.

8. Chantal Sebire.

Tahun 2000 seorang guru di Prancis didiagnosa mengalami Esthesioneuroblastoma, yakni kanker wajah ganas yang dilaporkan hanya terjadi 200 kasus selama 20 tahun belakangan. Pada Maret 2008, ia memutuskan untuk mengajukan euthanasia ke negaranya yakni Prancis. Namun sebelum dijawab pengajuannya, ia ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags