1. Home
  2. ยป
  3. Creator
8 Januari 2021 12:35

7 Film dan animasi ini membantumu mengenal budaya Jepang

Mengenal dan mempelajari budaya selalu menyenangkan, akan lebih menarik jika melakukannya melalui tontonan film maupun anime. Harry Rezqiano

Jepang adalah negara yang menarik. Secara geografis bentuknya kecil, tidak lebih besar dari negara Indonesia. Bahkan sepertinya tidak lebih besar dari pulau Jawa. Negara ini memang bukan menarik karena topografinya, namun karena faktor lain. Seperti misalnya budaya bersih dan disiplin mereka yang konsisten di tiap generasi. Atau kebiasaan gila kerja yang kadang berujung kematian. Demikian pula dengan kesigapan mereka mengatasi bencana alam yang menghantui sepanjang tahun karena lokasi negara ada di Ring of Fire. Kehilangan barang saat di jalanan Jepang? Besar kemungkinan barang itu ada di pos polisi terdekat. Hal-hal seperti ini menjadikan citra Jepang keren di mata internasional. Walau tentu saja tidak selalu seperti itu situasi aslinya.

Jika belum berkesempatan mendatangi Jepang, kamu masih bisa menikmati apa yang diberikan negara itu lewat cara lain. Misalnya dengan nonton film yang bertema Jepang. Tentu tidak akan sama rasanya jika dibandingkan mengunjungi langsung sebab film bisa jadi melebih-lebihkan ataupun mengurangi apa yang asli dari Jepang. Tapi setidaknya ada gambaran visual tentang Jepang dari sebuah tontonan film maupun anime, seperti beberapa judul berikut ini.


1. Film Seven Samurai / Shichinin no Samurai (1954).

Foto: JRailPass

Film ini memang punya setting jauh di masa lalu, tepatnya tahun 1586 saat era perang saudara Sengoku. Jadi mungkin nggak relevan menunjukkan bagaimana Jepang pada era Reiwa seperti sekarang. Tapi tahukah kamu kalau film ini sangat legendaris tidak saja buat bangsa Jepang sendiri namun juga perfilman dunia seperti Hollywood?

Film yang mengisahkan perjuangan tujuh samurai pengelana melindungi desa dari serbuan bandit yang merampok hasil panen karya maestro Akira Kurosawa ini menginspirasi begitu banyak sineas film lain untuk mengadaptasi maupun membuat ulang adegan-adegan Seven Samurai di film mereka sendiri. Film koboi Western The Magnificent Seven (1960) misalnya. Adegan di mana Ahsoka Tano berjalan di The Mandalorian Season 2 (2020) juga merupakan reka ulang salah satu adegan film Seven Samurai. Situasi Jepang modern memang tidak terlihat di sini, namun semangat juang orang Jepang kuno tetap hidup di masa kini.

2. Film Godzilla / Gojira (1954).

Foto: Screen Goblin

Mungkin tanpa film ini konsep monster raksasa Jepang yang mengobrak-abrik kota tidak melejit di kalangan pembuat film. Memang bukan yang pertama mengusung tema monster (ada film King Kong tahun 1933) tapi Godzilla menciptakan konsep yang kelak jadi cetak biru film-film senada, termasuk show televisi Tokusatsu. Monster yang lahir karena radiasi nuklir ini juga sebagai pengingat kalau Jepang adalah satu-satunya negara yang pernah merasakan hantaman bom nuklir saat perang sehingga diharapkan tidak ada lagi hal serupa di masa depan.

3. Serial TV Oshin (1983-1984).

Foto: Twitter

Tidak pernah nonton ini? Sayang, lho. Serial Oshin menunjukkan dan mengajarkan semangat pantang menyerah bahkan di situasi yang tersulit sekalipun di kultur Jepang. Cerita yang melintasi tiga generasi penceritaan ini sukses di berbagai negara, termasuk Indonesia (saat TVRI dulu jadi satu-satunya pilihan channel televisi). Budaya Jepang sejak era Meiji hingga Showa jadi linimasa Oshin dan kamu akan melihat perjalanan seorang perempuan bernama Shin Tanokura sejak masih bocah hingga menjelang ajal di masa tua di mana Jepang terus mengalami perubahan sosial namun mempertahankan nilai-nilai budaya lama.

4. Film animasi Akira (1988).

Foto: WallpapersDen

Ini judul penting di dunia manga dan anime Jepang, serta membawa pengaruh kultural Jepang di dunia internasional dalam format fiksi ilmiah. Dengan setting Neo Tokyo tahun 2019, Akira menggambarkan kekacauan sosial yang ajaibnya sedikit menyerupai dunia nyata. Film animasi ini juga membuka jalan semakin populernya anime di kalangan penggemar hiburan Amerika dan dunia. Penggambaran masa depan suram Jepang dengan sentuhan fiksi ilmiah di Akira menginspirasi banyak produk selanjutnya dari Jepang buat pasar dunia.

5. Serial TV Tokyo Love Story (1991).

Foto: IMDB

Berasal dari manga berjudul sama karya Fumi Saimon, Tokyo Love Story adalah dorama tentang persahabatan dan cinta teman masa kecil. Dari kota kecil menuju kota besar seperti Tokyo, ketiganya mengalami pasang surut hubungan pertemanan dan cinta rumit di antara mereka. Serial TV ini juga termasuk membuka jalan dorama Jepang ke pasar Indonesia dan memulai kultur J-Pop (sebelum digeser drama Korea dan K-Pop yang lebih rame promosinya). Di Tokyo Love Story tergambar bagaimana sifat orang Jepang saat menghadapi masalah percintaan dan persahabatan yang menarik untuk dilihat. Tokyo Love Story juga mengalami remake dengan sentuhan modern.

6. Film Battle Royale (2000).

Foto: The Avocado

Memang bukan film untuk semua kalangan karena elemen dan faktor kekerasan di dalamnya termasuk brutal, namun film Jepang ini dianggap film monumental dan berpengaruh di kalangan perfilman dunia. Sutradara Hollywood populer seperti Quentin Tarantino bahkan mengatakan Battle Royale merupakan film penting untuknya. Genre video game Battle Royale yang mengacu pada kondisi sekelompok orang harus saling bunuh sampai tersisa satu pemenang juga berasal dari film ini.

Merupakan adaptasi novel karya Koushun Takami, Battle Royale menceritakan sekelompok anak sekolah harus saling bunuh demi hiburan. Budaya patuh orang Jepang yang dibentuk sejak kecil digambarkan dalam situasi ngawur di film Battle Royale. Film brutal dan bukan untuk semua orang.

7. Film Lost in Translation (2003).

Foto: The Culture Trip

Ini mungkin film Hollywood yang termasuk paling akurat menggambarkan Jepang dan kulturnya? Bisa jadi. Bernuansa Jepang masa kini (untuk tahun 2003) Lost in Translation adalah kisah tentang Bob, seorang aktor yang mulai menua dan menurun popularitasnya, serta Charlotte, gadis muda Amerika yang kesepian, di mana mereka berdua menemukan satu sama lain di Tokyo Jepang. Menjalin hubungan yang tidak biasa, Bob dan Charlotte (diperankan dengan sempurna oleh Bill Murray dan Scarlet Johansson) menapaki Jepang dan kultur budaya di negara itu demi menemukan apa yang jiwa mereka cari selama ini.

Tokyo terlihat luar biasa dan terasa hidup. Sofia Coppola sebagai sutradara berhasil menyajikan tayangan kultural modern Jepang walau dari sudut pandang Barat/orang asing dan bukan warga asli. Jika menyukai drama komedi romantis yang tidak biasa dengan sentuhan latar belakang kultur pop Jepang awal tahun 2000-an, kamu perlu nonton Lost in Translation. Sofia Coppola, Bill Murray dan Scarlet Johansson bukan nama abal-abal di dunia akting jadi tidak perlu khawatir akan kualitas film keren ini.

Kultur budaya Jepang, baik yang klasik maupun modern, selalu menarik untuk dinikmati. Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir agar karya seni dengan latar belakang seperti ini bisa terus ada dibuat untuk hiburan kita semua.

(brl/red)

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags