Brilio.net - Bekerja dan bekerja barangkali itulah yang ingin kakek renta ini contohkan. Hidup dalam himpitan ekonomi bukan berarti harus berkecil hati. Hal tersebut justru menjadi penyemangat diri dalam menjemput rezeki.

Di saat banyak orang mengelukan kondisi perekonomian global yang semakin lesu, dolar yang terus menggiling rupiah. Kakek ini lebih memilih bersabar dan bekerja. Meski tua dan tak banyak tenaga, ia tidak memilih untuk mengharap iba.

Demi menghidupi keluarga di rumah, kakek ini memilih pergi ke sungai untuk menjaring ikan lalu menjualnya di siang hari. Dengan menggelar lapak meja dan kursi seadanya, kakek ini setia menunggu pelanggannya di sekitar Jalan Gejayan, sebelah barat Selokan Mataram, Yogyakarta.

Setiap paginya kakek ini mencari ikan badar dan ikan wader dengan jaring yang dibawanya dari rumah. Kadang usahanya tersebut tak selalu membuahkan hasil. Dia juga harus bersaing dengan pencari ikan yang menggunakan listrik. Tak jarang kakek ini tak mendapatkan bagian untuk dijual.

Soemardjan, salah seorang pelanggan mengatakan, kakek penjual ikan wader ini biasanya mulai menjaring ikan selepas Subuh dengan berjalan kaki. "Harga satu beseknya 12 - 15 ribu, kakek ini mengingatkan saya agar tidak bermalas-malasan dan terus mencari rejeki yang halal untuk keluarga," kata Soemardjan saat dihubungi brilio.net, Kamis (3/9).

Foto yang diunggah di akun sosial Soemardjan pun menuai banyak simpati netizen. "Saya sungguh terharu dengan kakek yang sudah sepuh ini. Meski sudah begitu tua tapi tetep berusaha mencari uang dngan hasil jeripayahnya sendiri. Sekarang banyak anak muda yang fisiknya masih kuat tapi malah milih meminta-minta di pinggir jalan. Salut sama kakek ini," kata salah seorang netter, Satriyo Pandhawa.