Brilio.net - Cameron Hooker boleh jadi adalah psikopat paling berbahaya saat ini. Tidak jarang mendengar namanya membuat bulu kuduk merinding. Bagaimana tidak, Hooker yang kini berusia 62 tahun harus menjalani hukuman 104 tahun penjara karena kasus penculikan, penyiksaan, dan pemerkosaan terhadap Colleen Stan, gadis yang dijuluki Girl in the Box.

Pasalnya Hooker menyulik Stan dan menyimpannya dalam peti mati kecil selama 23 jam sehari. Kondisi ini terjadi hingga tujuh tahun lamanya sebelum Hooker ditangkap. Kisah mengerikan yang dialami Stan itu bermula pada Mei 1977, saat ia menumpang kendaraan Hooker di Redding, California.

Saat itu, Hooker bersama Janice, istrinya yang berusia 23 tahun. Setelah menumpang, Stan dibawa ke sebuah rumah sekitar 30 kilometer dari tempat pertama dia naik ke mobil Hooker. Di situ Stan baru sadar bahwa dirinya menjadi korban penculikan.

Dia ditelanjangi, diikat, dan dicambuk di ruang bawah tanah. Kejadian ini dialami Stan selama tujuh tahun, disandera sebagai budak seks. Selama tujuh tahun, Stan harus berada dalam sebuah peti mati yang disimpan di bawah tempat tidur Janice.

Dia berulang kali diperkosa, dibakar, hingga pingsan. Tidak sampai disitu, Stan juga kerap digantung pada pergelangan tangan yang terikat. Dalam sehari, Hooker hanya mengizinkan Stan keluar dari kotak selama 1 jam saja. Dalam kondisi itu, Stan terlalu takut untuk membuat usaha melarikan diri, meskipun ada beberapa peluang.

Pada 1984 Stan akhirnya mampu melarikan diri setelah mendapat bantuan Janice yang cemburu, karena Hooker akan menjadikan Stan sebagai istri keduanya. Mungkin karena takut, Stan menolak melaporkan kejahatan Hooker kepada pihak berwenang. Justru Janice yang akhirnya mengkhianati suaminya dengan membeberkan rahasia kekejaman suaminya kepada polisi. Janice setuju bersaksi di pengadilan melawan Hooker dengan syarat dia mendapat kekebalan hukum.

Disebut sebagai psikopat paling berbahaya yang pernah ada hakim akhirnya menjatuhi hukuman 104 tahun penjara pada 1985 saat dia berusia 31 tahun. Seperti dilaporkan USA Today, meskipun hukuman penjara yang dijalani Hooker sangat panjang, dia diizinkan untuk meminta pembebasan bersyarat, tujuh tahun lebih awal dari aturan normal.

Dalam upaya mengurangi populasi penjara, pengadilan California baru-baru ini memperkenalkan Program Pembebasan Bersyarat bagi Lansia yang memungkinkan sidang pembebasan bersyarat bagi tahanan yang berusia di atas 60 tahun, setidaknya setelah menjalani 25 tahun masa hukuman.

Namun dewan pembebasan bersyarat di Rutan Corcoran, di mana Hooker dipenjara, menolak permintaan pembebasan bersyarat Hooker yang diajukan 17 April lalu, dan menyatakan Hooker tidak akan mendapatkan sidang pembebasan bersyarat setelah 15 tahun ke depan.

Hooker diberi jangka waktu penundaan terpanjang sampai sidang pembebasan bersyarat berikutnya setelah dewan menentukan bahwa dia memang benar-benar sudah pantas untuk dibebaskan.