Brilio.net - Hidup bersama banyak orang di dunia, perlu adanya toleransi. Saling menghormati, menghargai, membantu sesama umat manusia. Sikap toleransi itu berlaku untuk semua orang, tak memandang derajat atau jenjang ekonomi seseorang. Toleransi dan saling membutuhkan itu juga bisa tergambar antara ojek online dengan penumpangnya.

Di era milenial sekarang, munculnya Ojek online dapat meringankan kesulitan masyarakat. Membantu orang yang sekiranya tidak punya kendaraan tapi ingin pergi ke suatu tempat. Nggak hanya bertugas mengantar orang, mereka juga memberikan kemudahan untuk mengantar berbagai barang.

Namun nasib pengemudi ojek online tak pernah ada yang tahu. Niat hati ingin memberikan fasilitas memuaskan untuk pelanggan, yang ada ia sering mendapat balasan dari penumpang. Bukan hanya soal peringkat bintang, tapi banyak juga keluh kesah driver ojek lainnya.

Baru-baru ini ada kisah driver online sempat viral di Facebook. Cerita ini menimpa salah satu pengemudi taksi online. Kisah itu pertama kali dibagikan oleh akun bernama Fery Ferdiansyah Fajar. Melalui facebook pribadinya, Fery membagikan cerita kesulitan pengemudi taksi online saat diminta mengantar penumpang hingga depan rumah.

Tidak apa-apa jika rumahnya berada di depan jalan raya atau gang yang cukup besar. Tapi bagaimana kalau jalan atau gangnya itu sempit. Tentu membuat driver online kesulitan untuk putar arah mencari jalan keluar.

kalau bisa ringankan orang lain facebook

foto: Facebook/@Fery Ferdiansyah Fajar

"Hei... kalian yang pengguna taksi daring, tolonglah kalau tujuan kalian itu harus masuk ke dalam gang sempit, gak usah memaksakan drivernya untuk mengantar sampai masuk ke dalam gang. Walau menurut kalian, jalan itu masih muat dilewati satu mobil, tapi pikirkan juga, gimana nanti si sopir putar balik mobilnya ?," seperti dilansir brilio.net dari akun Facebook @Fery Ferdiansyah Fajar pada Senin (2/3).

Fery seolah mampu merasakan apa yang tengah dirasakan oleh pengemudi. Dia sangat menyayangkan tindakan penumpang itu.

"Belum lagi harus hati-hati supaya badan mobil gak nyenggol tembok di kiri kanan, atau nyenggol motor-motor tetangga yang lagi diparkir di luar. Kadang sudah hati-hati pun, masih tetap saja meninggalkan jejak baretan di bodi mobilnya. Terus, bagaimana kalau di gang itu juga banyak kucing-kucing kampung yang dilepas liar ? Itu bisa mengancam keselamatan mereka juga lho..," lanjut Fery.

Kisah itu bermula ketika Fery melihat seorang taksi online di depan rumahnya. Mobil yang berwarna merah itu kesulitan keluar dari gang sempit wilayah rumah Fery.

"Ini barusan terjadi di depan rumah saya, yang memang termasuk gang sempit. Tiba-tiba ada sopir Grabcar yang nampak kebingungan sehabis menurunkan penumpang, bagaimana caranya bisa keluar dari gang ? Karena selain sempit, posisi jalan juga ada belokan yang 'patah'. Gak semua jenis mobil bisa dengan gampang mondar-mandir di sini," papar Fery.

Hati Fery mulai terusik. Tak tinggal diam, lantas ia segera membantu sopir itu.

"Akhirnya, segera saya buka pagar rumah lebar-lebar, dan mempersilahkan sopir itu putar mobilnya di halaman rumah. Terlihat muka si sopir pun sedikit lega, meski ia harus tetap hati-hati, terus menjalankan mobilnya secara mundur sampai bisa keluar dari mulut gang. Sementara penumpang yang tadi diantarnya, sudah gak kelihatan batang hidungnya..," katanya.

Adanya ojek online, bukanlah sekadar kebutuhan pelanggan atau konsumen saja. Bukan hanya membahas kepentingan pelanggan, namun para driver pun selaku manusia juga butuh pengertian. Karena hidup sebagai manusia, sudah sewajarnya saling membutuhkan. Tak ada manusia yang bisa hidup sendiri.

"Ingat ya, ini bukan sekedar kebutuhan pelanggan yang berhak dilayani seperti raja, tapi yakinilah, bahwa kalau kita bisa meringankan pekerjaan orang lain, segala urusan kita pun juga bisa dipermudah. Jadilah pelanggan 'raja' yang bijak," tutup Fery Ferdiansyah.

Tulisan yang sudah dibagikan sebanyak 62 kali. Banyak penghuni Facebook memberikan penilaian setuju akan tulisan Fery tersebut.

"Yg suka mempersulit urusan orang lain, hidup orang lain... dikuburnya susah. Wallohu a'lam...," kata akun @Diana Eka Yuniarti.

"Kasihan supir taxolnya. Untung ada tetangga yang baik hati," tutur akun @Aulia Ida Widjaya.

"Kecil Bener mak len secara sekarang banyak orang udah pakenya egois terus..," komentar akun @Renny.

"Emang kadang penumpang pada kaya boss... Alhamdulillah saya ngga pernah begitu... Itu blm disapu halamannya," ujar akun @Wiwi Herawati.

"Bener NIH......harus lihat sikon juga, jangan sementang membayar tapi meninggalkan kesusahan bagi para driver," sahut akun @Srivani Vani.