Brilio.net - Filipina baru saja mengeluarkan undang-undang mengenai kewajiban bagi pelajar menanam 10 pohon sebelum menyelesaikan pendidikannya. Ini tentu saja harus dipatuhi oleh siswa dari pelajar sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Dilansir brilio.net dari independent.co.uk, aksi tanam 10 pohon setiap siswa ini sendiri diharapkan mampu membantu perubahan iklim global. Selain itu pula mampu memberikan pemahaman kepada generasi mendatang mengenai lingkungan.

Gary Alejano selaku salah satu penulis undang-undang tersebut menjelaskan, dengan setiap siswa yang patuh menjalaninya, maka setiap generasinya bisa menghasilkan 525 miliar pohon.

siswa filipina pohon © 2019 brilio.net

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

foto: positive.news

"Dengan lebih dari 12 juta siswa lulus dari sekolah dasar dan hampir lima juta siswa lulus dari sekolah menengah dan hampir 500.000 lulus dari perguruan tinggi setiap tahun, inisiatif ini, jika diterapkan dengan benar, akan memastikan bahwa setidaknya 175 juta pohon baru akan ditanam setiap tahun," ujar Gary seperti dikutip dari Independent.

Dilansir dari CNN Filipina melalui Independent, penanaman pohon itu akan dilakukan di sejumlah tempat, seperti hutan bakau, hutan yang telah tersedia, dan beberapa kawasan lindung. Kemudian di tempat lokasi penambangan terlantar, hingga wilayah militer juga jadi lokasinya.

Oleh sebab itu, jenis pohon yang dipilih sendiri tentulah bukan pohon yang sembarang, melainkan spesies yang disesuaikan dengan lokasi, iklim di sana.

siswa filipina pohon © 2019 brilio.net

foto: onetreeplanted.org

Seperti diketahui, Filipina merupakan salah satu negara yang paling gundul di dunia. Setidaknya kehidupan hutan menurun dari 70 persen jadi 20 persen selama abad ke-20. Pasalnya penerbangan liar di Filipina terbilang cukup besar. Akibat kegundulan ini memberikan dampak bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Untuk itu, dengan penanaman 10 pohon setiap siswanya akan dapat membantu penghijauan kembali. Setidaknya jutaan pohon yang ditanam setiap tahunnya dapat memberikan dampak baik untuk masa yang akan datang.

"Bahkan dengan tingkat kelangsungan hidup hanya 10 persen, ini berarti tambahan 525 juta pohon akan tersedia untuk dinikmati para pemuda, ketika mereka jadi pemimpin di masa depan," tutup Alejano.

(brl/guf)