Brilio.net - Dulu menikmati seni hanya bisa dilakukan oleh segelintir orang. Dunia seni didominasi oleh kalangan tertentu seperti pelaku seni, kolektor, dan pengamat. Kini paradigma tersebut mulai ditinggalkan. Industri seni terutama penyelenggara atau pengelola pameran, galeri, dan museum mulai membuka lebar pintu agar khalayak umum bisa menikmati dan mengapresiasi karya seni.

Jika dulunya pameran seni hanya diadakan di tempat eksklusif, kini banyak ruang publik seperti trotoar, taman, dan lain sebagainya yang menjadi medium pameran seni sebelum pandemi. Masyarakat umum pun jadi sangat mudah mengakses karya-karya seni berkualitas.

Evolusi industri seni, gunakan teknologi untuk mendekatkan yang jauh berbagai sumber

foto: shutterstock.com

Sekarang siapa pun semakin mudah belajar seni dan mengapresiasinya tanpa ada batasan. Bak gayung bersambut, antusiasme orang juga semakin meroket. Nggak hanya pameran seni seperti lukisan atau patung, seni kontemporer seperti visual dan performing arts mulai banyak peminat. Sebelum pandemi, antrean masuk ke pameran seni jenis ini bisa dibilang sama panjangnya dengan antrean konser musik.

Kini industri seni harus siap menghadapi tantangan baru. Pandemi membuat jarak antara seni dan peminatnya semakin jauh. Galeri, museum, dan pameran seni lain harus berhenti beroperasi. Pelaku industri seni harus memutar otak untuk menghadapi situasi ini.

Tak mau ditelan zaman, industri seni mulai beralih ke teknologi untuk kembali menarik minat masyarakat. Adaptasi ini akan memaksimalkan semua opsi yang ada. Contohnya kegiatan virtual exhibition. Dengan teknologi, pelaku seni ingin mendekatkan karyanya dengan khalayak umum tanpa jarak, yakni lewat dunia digital.

Evolusi industri seni, gunakan teknologi untuk mendekatkan yang jauh berbagai sumber

foto: shutterstock.com

Jadi harapan baru, teknologi bisa berfungsi sebagai media dokumentasi karya seni itu sendiri. Sekarang, industri seni mulai bermain "jemput bola" dengan menjangkau khalayak luas menggunakan teknologi. Menariknya, dengan teknologi, seni juga menawarkan pengalaman interaktif dan imersif untuk menarik minat. Dua elemen tersebut berperan penting untuk kebangkitan industri seni.

Jika dulu ada pagar pembatas antara karya seni dan penikmatnya, kini industri seni membangun jembatan agar penikmatnya bebas berinteraksi dengan karya seni. Virtual exhibition juga memberikan kesan lebih personal dan bebas rasa khawatir bagi penikmat seni. Sementara itu, seniman juga bisa lebih bebas berkarya dan menampilkan aneka format dan tema kreatif yang dulu tak pernah terpikirkan.

Seni yang dulunya berjaya di dalam ruangan pameran dan galeri, kini melebarkan sayap dengan mencari peluang di dunia digital. Teknologi membuka lebar peluang ini untuk menghasilkan karya-karya seni berikutnya. Keluwesan interaksi antara karya seni dan penikmatnya serta imersifnya karya seni dengan teknologi menjadi terobosan baru di dunia seni.

Penasaran dengan bagaimana pelaku seni menggunakan virtual exhibition untuk menampilkan karya mereka? Klik di sini untuk mencoba langsung dan merasakan sendiri pengalaman baru menikmati pameran seni!

Evolusi industri seni, gunakan teknologi untuk mendekatkan yang jauh berbagai sumber