Brilio.net - Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baru, Muhadjir Effendy tentang konsep full day school menuai banyak pro kontra. Menurut mendikbud wacana itu bertujuan untuk mengembangkan karakter anak, sehingga terhindar dari kegiatan-kegiatan tidak penting sepulang sekolah dan agar orangtua bisa mengawasi anaknya tepat waktu.

Namun benarkah full day school bisa membuat pendidikan Indonesia jadi lebih maju?

Eits, sebaiknya kamu harus berkaca ke Finlandia dimana pendidikan di sana dinyatakan yang terbaik di seluruh dunia. Bahkan ternyata di sana ada beberapa aspek yang bertentangan jauh dengan konsep full day school ala mendikbud ini.

Lalu apa sih, rahasia pendidikan di sana sehingga bisa menjadi yang terbaik di dunia? Simak ulasannya di bawah ini seperti yang sudah brilio.net kumpulkan dari edweek.org, Selasa (9/7):


1. Perbanyak bermain.

Di Finlandia orangtua percaya bahwa anak-anak bisa belajar melalui banyak cara, salah satunya bermain. Jadi guru di sana tidak melulu mencekoki murid dengan buku teks saja, melainkan dengan banyak bermain untuk menemukan potensi dirinya.


2. Tidak memiliki standar untuk nilai.

Pendidikan di sana berpendapat adanya standar nilai justru akan membuat anak stres saat akan ujian. Oleh karena itu mereka membiarkan anak belajar sendirinya dengan apa yang disukai tanpa harus terbebani dengan nilai. Sementara itu nilai lebih ditentukan oleh guru berdasarkan keaktifan anak di kelas.


3. Kepercayaan.

Faktor inilah yang paling penting di sana. Pemerintah percaya terhadap pendidik dan pendidik percaya kepada siswa mereka. Begitu juga sebaliknya, orangtua mempercayakan pendidikan anaknya ke sekolah tanpa harus mencampuri terlalu dalam.


4. Tidak ada persaingan antar sekolah.

Jika di negara lain termasuk Indonesia setiap sekolah bersaing untuk mendapat gelar sekolah terbaik, berbeda dengan di Finlandia. Di sana tidak ada persaingan antar sekolah. Semua sekolah diyakini punya kualitas baik untuk anak mereka.


5. Semua guru diseleksi dengan ketat.

Salah satu faktor penting dari sebuah pendidikan adalah peran para guru. Guru di sana harus diseleksi dengan ketat mulai dari nilai, integritas mereka, semangat mereka dalam mengajar, serta karya apa yang bisa menunjang pendidikan di Finlandia.


6. Waktu istirahat yang panjang.

Di sana waktu istirahat sekolah bisa sampai 45 menit. Finlandia percaya bahwa kapasitas setiap siswa dalam belajar akan berhasil jika mereka memiliki waktu bersantai yang cukup. Sehingga waktu belajar, pikiran mereka akan segar dan bisa fokus kembali.



Tuh, guys.. Enak banget kali ya, kalau Indonesia konsep pendidikannya juga bisa seperti Finlandia beneran.. Cek lanjutannya.. Nomor 7, 9 dan 12 seharusnya memang diterapkan di Indonesia.. KLIK NEXT

2 dari 2 halaman




7. Jam belajar cuma 4-5 jam.

Siswa SD dan SMP di sana belajar di sekolah cuma 4-5 jam. Sedangkan untuk SMA sama dengan kuliah, hanya menghadiri kelas yang sudah dipilih dari awal masuk. Dengan begini siswa diharapkan tidak stres dan kecapekan saat sekolah.


8. Guru memiliki hak untuk bahagia.

Sama dengan muridnya, guru di sana juga tidak dituntut bekerja keras. Karena mereka yakin guru yang bahagia akan membuat siswanya ikut berbahagia juga. Oleh karena setiap guru di sana hanya mengajar 20 jam per minggunya.


9. Siswa dibebaskan memilih pelajaran yang sesuai dengan kemampuannya.

Setelah usia 16 tahun, siswa dibebaskan mau masuk sekolah biasa (akademi berbasis) atau kejuruan. Tidak ada perbedaan dari dua sekolah itu, semuanya dihormati oleh masyarakat Finlandia.


10. Standar nilai ditentukan guru.

Finlandia tidak memiliki ujian akhir atau UAN jika di Indonesia. Kemampuan siswa akan dinilai langsung oleh guru kelas yang mengetahui kemampuan dan prestasi anak selama ini di kelas.


11. Pelajaran etika wajib diikuti sejak pertama masuk sekolah.

Pelajaran ini diwajibkan dalam kelas-kelas utama baik yang beragama maupun atheis. Hal ini bertujuan untuk membentuk karakter anak yang baik.


12. Fasilitas sekolah yang lengkap.

Orang Finlandia percaya bahwa kesuksesan pendidikan anak mereka juga ditentukan oleh fasilitas sekolah yang memadai. Oleh karena itu di dalam sekolah banyak ruang-ruang bermain atau diskusi bersama. Tak hanya itu saja ruang olahraga juga ada dimana-mana untuk membuat pikiran dan tubuh siswa bisa segar setiap saat.