Brilio.net - Perang Korea berakhir pada 1953, namun situasi di antara kedua negara tersebut masih memanas. Secara teknis Korea Utara dan Korea Selatan masih berperang. Pasalnya, kedua belah pihak hanya menyepakati sebuah gencatan senjata dan bukan perjanjian damai yang ditandatangani di Panmunjom pada tahun 1953.

Setelah Perang Dunia II, Korea Utara dan Selatan dibagi dua sehingga menciptakan perbatasan internasional de facto. Zona Demiliterisasi (DMZ) diciptakan sebagai penyangga antara negara-negara setelah Perang Korea. Panmunjom lantas ditunjuk sebagai satu tempat di mana para pejabat dari kedua belah pihak dapat bertemu.

Desa gencatan senjata ini dibagi menjadi dua bagian oleh garis demarkasi militer, satu sisi sebelah Selatan, yang lain ke Utara. Wilayah ini menjadi tempat di mana tentara Korut dan Korsel saling berhadapan setiap hari tanpa berbicara satu sama lain. Di tengah desa terdapat gedung-gedung Komando PBB, melintasi tengah jalan.

Dilansir brilio.net dari Time, Minggu (18/2) DMZ memiliki luas 250 kilometer dan lebar empat KM yang melintasi Semenanjung Korea. Bill Clinton bahkan pernah menyebut DMZ sebagai tempat paling menakutkan di bumi.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Meski terdengar menyeramkan, di Panmunjom rupanya terdapat pertokoan, sekolah bahkan area persawahan. Di balik ketegangan tinggi antar kedua negara dan pengawasan ketat dari pihak militer, semua orang di sana menjalani kehidupan dengan normal.

Bahkan DMZ juga boleh dikunjungi wisatawan baik itu dari sisi Korsel maupun Korut. Namun, untuk bisa masuk ke sana pengunjung diwajibkan untuk menandatangani sebuah formulir yang menyatakan bahwa mereka bersedia mematuhi peraturan yang ada.

Penasaran seperti apa situasi Zona Demiliterisasi 2 Korea? Berikut brilio.net rangkum potret penampakan DZM hasil bidikan kamera salah seorang fotografer bernama Park Jong-woo. Ia berhasil mengabadikan situasi di DMZ setelah diberi akses langka ke DMZ oleh Kementerian Pertahanan Nasional Korea Selatan.

1. Zona ini dipenuhi dengan kawat berduri, deretan kamera pengawas dan pagar listrik.

foto dmz Park Jong-woo

2. DMZ dijaga ketat oleh puluhan ribu tentara di kedua sisi sehingga hampir tidak mungkin melintasi perbatasan.

foto dmz Park Jong-woo

3. DMZ boleh dikunjungi wisatawan baik itu dari sisi Korsel maupun Korut.

foto dmz Park Jong-woo

foto: biketourkorea.com

4. Meski terdengar mencekam, DMZ memiliki pemandangan indah yang akan memanjakan mata para wisatawan.

foto dmz Park Jong-woo

5. Jantung Panmunjom adalah area keamanan bersama, yang diawasi secara bersama oleh Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa, Korea Selatan dan Korea Utara.

foto dmz Park Jong-woo

6. Di desa inilah perundingan mengenai partisipasi Korut dalam Olimpiade musim Dingin 2018 dilakukan.

foto dmz Park Jong-woo

7. Perbatasan ini telah menjadi lokasi beberapa bentrokan selama bertahun-tahun.

foto dmz Park Jong-woo

8. Sekitar 70 persen pasukan darat Korea Utara ditempatkan di sepanjang perbatasan, dengan setengah dari angkatan laut dan angkatan udara berjarak 60 mil dari DMZ.

foto dmz Park Jong-woo

9. Wilayah ini menjadi tempat di mana tentara Korut dan Korsel saling berhadapan setiap hari tanpa berbicara satu sama lain.

foto dmz Park Jong-woo

10. Meskipun Panmunjom tampak seperti sebuah lokasi yang sakral, faktanya kehidupan di sana berjalan normal seperti di wilayah lain.

foto dmz Park Jong-woo