×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Mengenal 2 Presiden Indonesia yang Namanya Tak Tercantum Dalam Buku Sejarah

View Image

0

BRILIO » Discover

Mengenal 2 Presiden Indonesia yang Namanya Tak Tercantum Dalam Buku Sejarah

Mengenal 2 Presiden Indonesia yang Namanya Tak Tercantum Dalam Buku Sejarah

2 tokoh sejarah ini sangat berperan penting dalam kemerdekaan bangsa Indonesia

(brl/red)

25 / 11 / 2017

Writen by : Famous.id

Mengenal 2 Presiden Indonesia yang Namanya Tak Tercantum Dalam Buku Sejarah Mengenal 2 Presiden Indonesia yang Namanya Tak Tercantum Dalam Buku Sejarah

FAMOUS.ID - Hingga saat ini bangsa Indonesia hanya mengenal tujuh nama presiden yang pernah memimpin. Tapi tahukah kamu tentang dua nama Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat yang ternyata pernah menjabat sebagai presiden Indonesia lho. Karena masa kepemimpinan Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat yang bisa dibilang relatif singkat membuat mereka nggak dikenal. Disaat itu pula mereka memimpin Indonesia pada masa-masa genting dan bisa saja pemerintahan Indonesia bisa dikuasai oleh penjajah karena dalam keadaan kosong. Berikut ulasan selengkapnya tentang Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat.

Sjafruddin Prawiranegara

2 Presiden Indonesia yang Tak Tercantum di Buku Sejarah YtCrash © YtCrash

Presiden Soekarno dan Moh Hatta beserta pemimpin lainnya dipaksa menjalani pengasingan di Pulau Bangka pada tahun 1948-1949. Belanda menyiarkan kabar bahwa Indonesia sudah bubar, karena pemimpin-pemimpinnya sudah mereka tawan.Beruntung Sjafruddin Prawiranegara saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran berhasil terhindar dari pengasingan. Demi meneruskan pemerintahan RI yang kosong, Ia lalu mengusulkan untuk pembentukan pemerintahan darurat. Hal ini sepaham dengan telegraf yang dikirimkan Ir Soekarno yang memberi izin kepada Sjafruddin Prawiranegara untuk memimpin pemerintahan. Pada tahun 19 Desember 1948 Sjafruddin Prawiranegara menggelar rapat yang dihadiri oleh Gubernur Sumatra Mr. T.M. Hasan yang langsung menyetujui pembentukan suatu Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Hal ini semata-mata dilakukan karena NKRI dalam keadaan berbahaya. Maksudnya supaya nggak mengalami kekosongan kekuasaan, yang menjadi syarat internasional untuk diakui sebagai Negara.

Akhirnya pada 22 Desember 1948, PDRI diproklamirkan dan Sjafruddin menjadi pemimpinnya. Sjafruddin dibantu oleh kabinetnya T.M. Hasan, S.M. Rasjid, Lukman Hakim, Ir. Mananti Sitompul, Ir. Indracahya, dan Marjono Danubroto. Sementara Jenderal Sudirman tetap menjadi Panglima Besar Angkatan Perang. Saat itu PDRI dipimpin Sjafruddin menjadi satu-satunya musuh yang bergerak mengusir penjajahan Belanda. Perjuangan mereka ternyata membuahkan hasil. Pada pertengahan tahun 1949, posisi Belanda semakin terjepit karena agresi militer yang diluncurkan ke Indonesia mendapat kecaman internasional. Akhirnya memilih berunding dengan utusan Soekarno-Hatta yang saat itu masih berstatus tawanan dan perundingan menghasilkan Perjanjian Roem-Royen. Setelah perjanjian ini Sjafruddin kemudian mengembalikan pemerintahan kembali kepada Ir. Soekarno pada 13 Juli 1949. Masa jabatannya sebagai presiden kurang lebih delapan bulan. Syafrudin disebut-sebut sebagai Bapak Penyelamat Republik oleh para sejarawan.

Mr.Assaat

2 Presiden Indonesia yang Tak Tercantum di Buku Sejarah YtCrash © YtCrash

Pada Konferensi Meja Bundar (KMB) diputuskan bahwa Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS). Dimana Belanda menetapkan Ir. Soekarno dan Hatta menjadi presiden dan Perdana Menteri RIS. Sementara terjadi kekosongan kekuasaan di Republik Indonesia sendiri. Sebenarnya kelicikan Belanda untuk menguasai Indonesia jika negeri ini mengalami kekosongan kekuasaan telah dibaca oleh pemerintahan Indonesia waktu itu. Lalu Soekarno memilih Assaat sebagai Presiden RI. Seiring berakhirnya masa jajahan Belanda, Indonesia menuju kestabilan politik. Akhirnya RI dan RIS melebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 15 Agustus 1950. Artinya masa jabatan Assaat sebagai presiden RI sekitar sembilan bulan dan negara kembali dipimpin oleh Soekarno dan Moh Hatta. Meski usianya terbilang muda Assaat tetap dikenang sebagai orang yang bertanggung jawab dalam memimpin.

Itulah kisah dari dua Presiden Indonesia yang namanya nggak tercantum dalam buku sejarah. Setelah tau kedua tokoh berjasa tersebut semoga saja pemerintah bisa memberikan penghargaan setinggi-tingginya untuk kedua tokoh pejuang kemerdekaan tersebut ya. Supaya para generasi mendatang pun mengenal sosok presiden selain 7 presiden yang kita kenal selama ini, Famous People! (non)

TEBAK QUIZ BERHADIAH EDISI IMLEK 2020

Yuk ikuti quiz berhadiah dan dapatkan Voucher PIZZA E BIRRA dengan total hadiah jutaan rupiah untuk 10 orang pemenang







Pilih Reaksi Kamu

Tags

famous.id Video Pengetahuan Trending Now
Loading...

MORE
Wave more