Brilio.net - Dalam hidup ini pastilah pernah kita mengeluh dan merasa hidup kitalah yang paling susah. Namun lewat kisah gadis kecil bernama Sophi Green akan membuat kita semua lebih banyak bersyukur. Sophi lahir tanpa lengan namun ia mampu melakukan banyak tugas sehari-hari yang mungkin selama ini sering tak kita hiraukan seperti makan dan menulis dengan kakinya.

Saat berusia dua tahun, Sophi diadopsi dari China bersama dengan adiknya oleh orang tua angkatnya Christianne dan Jeremy Green. Pasangan ini mulanya berniat mengadopsi adik Sophi yang buta bernama Lexie, tapi mereka juga tak bisa meninggalkan Sophi begitu saja.

Mengadopsi dua anak dari China secara bersamaan pada umumnya tak diperbolehkan pada saat itu. Namun karena kedua anak perempuan memiliki cacat fisik maka permintaan Christianne dan Green dikabulkan. Pihak berwenang China pun akhirnya memberikan dispensasi khusus untuk mengadopsi Sophi dan adiknya.

BACA JUGA: Ini 4 aksi ropeswing paling ekstrem, baru lihat aja udah gemetaran

Christianne mengatakan bahwa Sophi dan Lexie membutuhkan sebuah keluarga. Diakuinya pula bahwa kedua kakak beradik ini begitu lucu dan punya ikatan khusus. Lexie bertindak sebagai lengan dan Sophi bertindak sebagai mata.

Loading...

Orangtua angkat Sophi sangat menyayangi gadis yang kini berusia 7 tahun ini.  Mereka juga menyadari betapa Sophi mampu melakukan segala aktivitas secara mandiri. "Saya ingat ketika kami baru saja mengadopsi Sophi dan hendak memberikan es krim cone untuknya. Saya mengulurkan es krim dan sudah siap untuk menyuapinya. Namun Sophi malah mengambil es krim cone dengan kaki kecilnya dan mulai memakannya sendiri. Kami benar-benar kagum dan saat itu kami tahu bahwa dia bisa melakukan apa saja," kenang Christianne.

Meskipun fisiknya tak sempurna, Sophi benar-benar membuat orang-orang disekelilingnya merasa takjub. Banyak orang bertanya pada Christianne dan Green bagaimana cara mengajari Sophi untuk bisa melakukan apapun dengan kakinya. "Dia telah belajar beradaptasi dengan baik dalam banyak cara. Dia mampu menulis dengan sangat baik dengan jari-jari kakinya. Menggambar dan mewarnai dengan menarik. Dia juga mampu menyikat gigi, menyisir rambur dan mencuci rambutnya sendiri," jawab sang ayah.

Menari adalah salah satu kegemaran Sophi dan membuatnya tertarik untuk mengikuti kursus balet. Namun ia mulai berhenti karena merasa terganggu ketika ada koreografi yang harus menggunakan lengan sehingga membuatnya tak bisa bergabung. Tapi sekarang Sophi telah bergabung dengan kelas menari dengan instruktur khusus.

"Aku suka menari karena itu membuatku merasa senang. Namun hal yang paling sulit bagi aku lakukan adalah menjaga keseimbangan. Kadang-kadang aku jatuh dan terluka sehingga membuatku menangis karena itu benar-benar sulit untuk dilakukan," kata Sophi.

Kondisi yang dikeluhkan Sophi ini disebabkan karena hilangnya tulang fibula (tulang kering) di kaki kanannya. Akibatnya kaki kanan Sophi lebih lemah dan lebih pendek dari kaki kirinya. Meski sekarang Sophi sudah bisa berjalan namun kondisisnya masih mempengaruhi keseimbangan tubuhnya. Apalagi ia juga tak memiliki lengan sehingga risiko untuk jatuh jauh lebih tinggi.

Sophi tetap bertekad untuk terus bangkit dan menekuni apa yang menjadi kesenangannya. Melalui dukungan dari teman-teman dan keluarga, ia juga telah belajar bagaimana menyikapi komentar menjengkelkan dari orang-orang atas kondisi fisiknya.

Ketika Sophi mulai sekolah, teman-teman sekelas bertanya mengapa ia tak memiliki lengan. Ibu angkat Sophi, Christianne menceritakan bahwa hal ini membuat putrinya sering pulang dalam keadaan menangis dna takut untuk kembali bersekolah. Christianne juga mencoba menjelaskan pada teman-teman Sophi mengenai kondisi putri kecilnya.

"Dia memiliki begitu banyak keberanian dan semangat. Dia juga begitu manis dan penuh perhatian. Aku hanya ingin malaikat kecilku mendapatkan perlakuan yang sama seperti anak-anak lain," ujar sang ibu.

Kini, Sophi adalah seorang bintang kelas. Semua teman-teman saling berebut ingin duduk di sampingnya dan tak segan untuk membantu Sophi berjalan melalui lift karena akan sulit jika harus melalui tangga.

Sophi berharap kisahnya akan memotivasi orang lain untuk terus bersemangat dalam mengatasi kecacatan fisik. "Jangan biarkan orang lain menghentikanmu dari melakukan sesuatu yang benar-benar kamu cintai," kata Sophi seperti dikutip brilio.net dari Dailymail, Rabu (13/7).

Seperti apa potret semangat Sophi? KLIK NEXT