Brilio.net - Siapa bilang balet hanya terkenal di Eropa dan Amerika saja? Seorang penari balet yang masih berusia 16 tahun dan berkulit hitam ini membuktikan balet bisa dipelajari oleh siapa saja. Joel Kioko yang berasal dari Kenya ini telah beberapa waktu tinggal di Amerika Serikat untuk berlatih balet. Kemarin dia baru saja pulang ke Nairobi, untuk mementaskan salah satu drama balet berjudul The Nutracker.

Penampilan Kioko pun menyita perhatian dunia. Sebab, tak hanya bersinar dan sukses membawakan The Nutracker bersama para rekannya, Kioko juga ikut dalam aksi mengenalkan balet kepada anak-anak kecil di Nairobi. Ia membantu mengajar kelas balet tepatnya di Kibera, sebuah wilayah kumuh di Nairobi.

Joel Kioko © 2017 brilio.net

Joel Kioko © 2017 brilio.net

Seperti dilansir brilio.net dari Huffington Post, Kamis (5/1), Kioko dibesarkan di Nairobi, di salah satu wilayah yang kumuh pula dan mengambil kelas balet pertamanya kira-kira lima tahun lalu di sekolah umum. Kondisinya saat itu, ruang kelasnya hanya berdinding tembok usang dan tidak ada cermin seperti di studio-studio balet. Perkenalannya dengan balet sebenarnya terjadi secara kebetulan ketika dia berusia 11 tahun. Dia ditemukan oleh seorang siswa tari yang berusia 14 tahun, dan siswa tersebut memberitahu sang guru tentang Kioko.

Loading...

Joel Kioko © 2017 brilio.net

Joel Kioko © 2017 brilio.net

"Dari awal, ketika ia bergabung balet, tidak ada lagi yang bisa dibicarakan," kata ibu Kioko, Angela Kamene, yang membesarkannya dan adiknya dalam satu kamar tidur kecil seperti gubuk, bersama dengan bibi dan neneknya.

"Yang ada di pikirannya hanya balet, balet, balet. Jadi saya melihat bahwa dia bahagia dengan pilihannya menjadi seorang penari balet, dan jadi saya pun ikut bahagia," lanjutnya.

Joel Kioko © 2017 brilio.net

Pada awal tahun lalu, anak-anak di Kibera mencoba untuk kelas balet, yang didanai oleh badan amal Anno Afrika dan One Fine Day. Tak hanya Kioko, Michael Wamaya, dari Global Guru Prize pun ikut mengajarkan tari untuk sekitar 100 anak-anak seminggu sekali di Nairobi, Kibera dan Mathare.