Brilio.net - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memenuhi undangan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka pada Kamis (2/4) sore. Dalam pertemuan tersebut, AHY memakai batik formal. Ia datang ke Istana Merdeka dengan mengendarai mobil Land Cruiser berwarna hitam. Putra pertama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ini turun mobil sambil mengenakan kacamata berwarna hitam.

Tidak cuma isi pertemuan AHY dengan Jokowi yang bikin penasaran. Fokus khalayak juga tertuju pada pelat nomor mobil AHY, B 2024 AHY. Pelat nomor tersebut memiliki angka cantik dengan huruf belakang AHY.

mobil ahy  © 2019 brilio.net berbagai sumber

foto: Liputan6.com

Mengenai pelat nomor ini, Deputi Media Kogasma, Ni Luh Putu Caosa Indryani memberikan penjelasan. Ia mengatakan kendaraan yang ditunggangi AHY adalah milik Yayasan AHY atau AHY Foundation.

Loading...

"Kendaraan ini resmi terdaftar di kepolisian dan Samsat Jakarta Selatan," ujar Putu seperti dikutip dari Liputan6, Jumat (3/5).

Putu mengatakan yayasan ini memiliki kendaraan lain dengan jenis yang sama berpelat nomor B 2045 AHY. Penggunaan pelat nomor khusus ini untuk memudahkan dalam mengingat kendaraan yang dimiliki oleh Yayasan.

Putu menambahkan makna 2024 dan 2045, adalah tahun di mana AHY sebagai pendiri Yayasan akan memulai program SDM Indonesia Emas untuk mempersiapkan manusia-manusia unggul Indonesia yang kompeten, berintegritas dan memiliki kecintaan pada NKRI, di mulai dari tahun 2024 dan diakhiri pada milestone pertama tahun 2045.

"Program SDM unggul Indonesia Emas ini menitikberatkan bukan hanya kepada metode bangku sekolah formal, tetapi juga kepada metode penugasan lapangan dengan misi-misi dan sasaran-sasaran tertentu dalam memajukan bangsa dan negara," ungkap Putu.

Adapun perencanaan program sudah dimulai dari tahun 2017, sejak Yayasan AHY didirikan. Beberapa Universitas di Australia, Singapura dan Tiongkok, sudah meminta kepada AHY untuk mengirim pemuda pemudi terpilihnya ke universitas terbaik di negara itu. Rencana, kata Putu, implementasi program akan direalisasikan pada tahun 2020 sebagai pilot project.

"Tentu nanti akan ada perbaikan-perbaikan yang akan kami sempurnakan, sebelum memulai program tersebut pada 2024. Selanjutnya, pasca 2045, akan diteruskan oleh generasi penerus mendatang sebagai program yang berkelanjutan," kata Putu.