×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Kisah di balik sajak Habibie ditulis 1960 di Jerman, menggetarkan

View Image

0

BRILIO » Sosok

Kisah di balik sajak Habibie ditulis 1960 di Jerman, menggetarkan

foto: Instagram/@b.jhabibie

Sajak berjudul Sumpahku! ini penuh makna.

12 / 09 / 2019 10:15

Brilio.net - Presiden RI ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB. Setelah beberapa hari menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu meninggal pada usia 83 tahun.

Habibie merupakan sosok yang cukup terkenal di Indonesia. Selain pernah menjadi bagian penting negara, BJ Habibie juga dikenal sosok yang cerdas, romantis, dan sangat menginspirasi.

Tak heran jika kisah hidupnya yang diangkat ke layar lebar berhasil mencuri perhatian banyak orang. Cinta yang abadi, cinta yang tak lekang oleh waktu, mungkin itulah sepenggal kalimat yang menggambarkan kisah kasih Bacharuddin Jusuf Habibie dan sang istri, Hasri Ainun Besari.

Meninggalnya Habibie mengingatkan orang akan masa lalunya, karyanya, kisah cintanya, puisi romantis, serta sajak-sajak yang pernah ia buat. Salah satunya adalah sajak yang dibuat pada tahun 1960 di Aachen, Jerman Barat. Sajak tersebut begitu menggetarkan hati.

Kisah di balik sajak Habibie dibikin 1960 di Jerman istimewa

Loading...

foto: Buku/ Habibie Dari Pare-Pare Lewat Aachen dan Tulisan-tulisan lainnya

Sumpahku!

Terlentang!!!

Djatuh! Perih! Kesal!

Ibu pertiwi

Engkau Pegangan

Dalam perdjalanan

Djandji pusaka dan saksi

Tanah tumpah darahku

Makmur dan sutji!!!

Hantjur badan

Tetap berdjalan

Djiwa besar dan sutji

Membawa aku,...... padamu!!!

Aachen, 12/7/60, djam 23.00

B.J. Rudy Habibie

Sajak BJ Habibie ini masih menggema hingga akhir hayatnya. Sajak tersebut diciptakan Habibie ketika dirinya masih berusia 24 tahun dan masih menjadi mahasiswa di Aachen, Jerman Barat. Kala itu, Habibie terbaring sakit. Penyakit yang dideritanya pun terbilang cukup parah. Ia terserang virus influenza yang menjangkit hingga organ jantungnya.

Habibie mudah akhirnya menjalani perawatan hingga dua tahun lamanya. Sakit yang dideritanya membuat Habibie begitu lemah, bahkan ia mengira bahwa dirinya akan meninggal di negeri orang. Ia pun merasa kesal dengan kodisinya itu, akhirnya kekesalannya diluapkan dalam bentuk sajak.

Menurut buku Habibie Dari Pare-Pare Lewat Aachen dan Tulisan-tulisan lainnya, sajak ini begitu tajam dan memiliki makna yang sangat luar biasa. Isinya memperlihatkan sumpah seorang pemuda untuk bangsa dan negara yang dicintainya dan semua itu telah ditepati oleh BJ. Habibie.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more