Brilio.net - Konflik negara Palestina dan Israel di jalur Gaza terus berkecamuk. Akibat konflik tersebut, banyak korban jiwa melayang. Tak hanya itu, banyak bangunan maupun tempat tinggal yang rusak dan porak poranda akibat konflik tersebut.

Hancurnya bangunan di Palestina melatar belakangi dua gadis ini untuk membangun negaranya kembali. dan minimnya pasokan material ke Palestina akibat blokade dari Israel, tak menyurutkan semangat membuat dua gadis Palestina ini berinisiatif membuat terobosan baru. Dua gadis tersebut bernama Majd Mashharawi dan Rawan Abddllaht.

batu bata gaza © 2016 inhabitatfoto: inhabitat.com

Memiliki latar belakang pendidikan teknik dari the Islamic University of Gaza, membuat keduanya tergerak untuk membangun kembali negaranya. Kendati demikian, material maupun pasokan bahan bangunan tidak bisa masuk ke Palestina karena adanya blokade Israel. Oleh sebab itu, Majd dan Rawan membuat terobosan baru. Mereka membuat material bahan bangunan, batu bata dari bahan-bahan yang ada di sekitar.

batu bata gaza © 2016 inhabitatfoto: inhabitat.com

Loading...

Akhirnya, muncullah ide abu atau puing-puing bangunan dari konflik Gaza. Batu bata tersebut kemudian diberi nama Green Cake. Green Cake berasal dari abu yang didaur ulang. Berat dari batu bata ini lebih ringan 30 persen. Majd dan Rawan berharap, penemuan mereka dapat berguna bagi masyarakat Palestina.

batu bata gaza © 2016 inhabitatfoto: inhabitat.com

Ramuan Green Cake ini telah terus diuji coba. Setelah enam bulan uji coba, akhirnya keduanya menemukan formula yang pas untuk batu batanya. Kini Majd dan Rawan terus menggalakkan penggalangan dana untuk meningkatkan produksi batu batanya. Hasil karyanya pun telah digunakan untuk membangun tembok maupun rumah-rumah warga di Palestina.

Kamu bisa lihat videonya di bawah ini: