Brilio.net - Tak seorangpun bisa menduga nasibnya di masa depan. Kehidupan seseorang bisa berubah 180 derajat. Seperti yang terjadi dengan seorang pria bernama Adama Barrow. Pria ini baru saja memenangkan pemilihan Presiden di Gambia, negara kecil di Afrika Barat. Barrow berhasil mengantongi 263.515 suara. Tak punya latar belakang politik, pria ini dulunya adalag petugas keamanan alias satpam.

dulu satpam kini jadi presiden © 2016 berbagai sumber

foto: guardian.ng

Sebelum kembali ke tanah kelahirannya itu, Barrow sempat bekerja sebagai satpam di Argos, toko perlengkapan rumah tangga di London, Inggris. Ia bekerja sebagai satpam untuk mendapatkan uang tambahan selama menempuh pendidikan di ibu kota Inggris itu.

Pekerjaan itu merupakan sampingan dari kegiatan utamanya ketika menuntut ilmu di London. Barrow mengatakan tidak malu dengan masa lalu sebagai satpam di London. “Hidup adalah proses. Kehidupan di Inggris membantu membentuk kepribadian saya,” katanya, brilio.net kutip dari Le Monde, Sabtu (24/12).

Loading...

Saat menjadi satpam, Barrow bekerja hingga 15 jam dalam sehari. Ternyata kebiasaannya yang pekerja keras itu tidak ia tinggalkan ketika sudah beralih profesi sebagai pengusaha properti. Pria yang kini berusia 51 tahun ini memang mengaku sebagai penggila kerja. Dalam kampanyenya, ia berjanji untuk membuka lembaran baru bagi rakyat Gambia, negara yang dikenal sebagai salah satu negara termiskin di Afrika.

dulu satpam kini jadi presiden © 2016 berbagai sumber

foto : amediaagency.com

Memiliki latar belakang sebagai warga biasa dan pengusaha swasta yang tak punya keterkaitan politik di masa lalu, membuat Barrow dipercaya rakyat Gambia sebagai presiden. Padahal ia harus mengalahkan rivalnya, Jammeh yang sudah berkuasa di Gambia sejak 1990-an.

dulu satpam kini jadi presiden © 2016 berbagai sumber

foto : theguardian.com

Seperti yang kita ketahui, Gambia merupakan negara dengan 99% muslim. Barrow dikenal sebagai muslim yang taat dan juga menjadikan agama Islam sebagai panduan hidupnya. Dalam beberapa kesempatan,  Barrow menjanjikan akan menerapkan sejumlah reformasi begitu resmi diambil sumpah sebagai presiden. “Jika Anda orang yang beragama, maka agama ini akan selalu memberikan pengaruh dalam kehidupan Anda,” katanya. Barrow juga mengatakan dirinya hanya akan berkuasa selama tiga tahun untuk memberi kesempatan kepada tokoh lain untuk menjadi orang nomor satu di Gambia.