Brilio.net - Sukses memang selalu menjadi cita-cita hampir semua orang. Tak hanya orang dewasa, anak muda pun bisa meraihnya dengan gaya sukses yang sesuai dengan passion masing-masing. Dari ribuan anak muda negeri ini, sosok Marchella, Lucky D Aria dan Angga Sasongko menjadi salah satu bukti bahwa kesuksesan setiap orang sangat sesuai minat dan kecintaannya pada bidang masing-masing.

1. Marchella Febritisia Putri.

mld spot juri Istimewa

Kamu pasti tahu dong dengan buku berjudul Generasi 90an yang terbit di tahun 2013 lalu? Buku yang ide awalnya adalah tugas akhir sang penulis di jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Bina Nusantara Jakarta ini laris manis bak kacang goreng. Bayangkan saja, dalam waktu 1,5 bulan sejak peluncurannya, buku yang mengaduk-aduk memori anak 90-an itu sudah masuk cetakan ketiga.

Tak hanya itu, beberapa waktu lalu seri kedua buku Generasi 90-an yaitu "Anak Kemaren Sore" juga sudah diluncurkan dan mendapat respons yang sama baiknya dengan buku pertama. Yups, Marchella Febritisia Putri lah yang menjadi sosok di balik kesuksesan buku Generasi 90an tersebut.

Marchella ingin membawa zaman 90an ke masa sekarang, bukan karena nggak bisa move on. Tetapi lebih kepada memberikan edukasi untuk anak-anak di zaman sekarang dan juga memperkenalkan bahwa ada sebuah proses sebelum teknologi berkembang pesat seperti sekarang, proses sebelum ada iPad, Tablet ataupun Smartphone.

Pada buku "Anak Kemaren Sore" buku setebal 144 halaman tersebut ini Chella juga memiliki tim yang bekerja sama dengan menggandeng tiga temannya semasa studi DKV. Mereka adalah Sesotya Jodie, Yoshua Mayer, dan Gilang Dewamanyu, yang terlibat mulai dari pengubahan data riset, menjadi desain visual yang disuguhkan ke dalam buku.

2. Lucky D Aria.

mld spot juri Istimewa

Kamu mungkin belum terlalu kenal dengan Lucky D Aria, pria kelahiran Bandung, 23 Maret 1986 ini. Ia merupakan sosok sukses generasi muda Indonesia yang berhasil menciptakan produk inovasi jam ramah lingkungan dengan nama Matoa. Inovasi Lucky ini juga disebut eco watch, karena Matoa diproduksi dari limbah kayu perusahaan furniture.

Lucky menuturkan Matoa didirikan di tahun 2011. Kisahnya bermula saat ia memiliki sebuah jam tangan buatan Amerika yang berbahan kayu. Lucky kemudian semakin tertarik saat membaca status Dino Patti Djalal, yang menjadi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat tentang tantangannya kepada orang Indonesia untuk membuat jam tangan dari kayu seperti yang dibelinya dari Hawai.

Setelah melakukan riset kurang lebih selama satu tahun akhirnya Matoa Indonesia lahir. Bahkan Lucky berhasil bertemu dengan Dino Patti Djalal untuk memperkenalkan eco watch buatannya. Kini Matoa merupakan pioneer jam tangan kayu di Indonesia, dengan mengusung konsep Urban, Simplicity, Nature yang juga diminati banyak pelanggan dari Amerika maupun Eropa.

Padahal dulunya Lucky merupakan Head of Marketing Communication perusahaan kue kering di Bandung. Namun bebekal kenekatannya yang tinggi, Lucky keluar dari zona nyamannya dan menguji nasibnya di bidang usaha yang sangat asing baginya. Namun kini ia bersyukur, karena dengan berbekal keberanian dan kenekatannya, Lucky berhasil meraih kesuksesan di usia muda dengan omzet penjualan jam Matoa yang mencapai sekitar Rp 100 juta-Rp 120 juta per bulan.

3. Angga Dwimas Sasongko.

mld spot juri Istimewa

Kamu mungkin boleh tidak kenal Angga Dwimas Sasongko, tapi kamu pasti pernah menikmati karya filmya, salah satunya film yang sangat populer berjudul Filosofi Kopi. Pria kelahiran 11 Januari 1985 ini dikenal sebagai sutradara Indonesia yang handal. Ia menyutradarai sekaligus memproduseri sendiri film pertamanya yakni Film Foto, Kotak, dan Jendela saat usianya masih 21 tahun. Lulusan Universitas Indonesia ini mengaku awal mula kecintaannya dalam dunia perfilman hanya dari obrolan santai dengan teman-temannya.

Angga Dwimas Sasongko mengawali karirnya dengan membuat film pendek, bikin iklan, bikin video kecil-kecilan, sampai akhirnya jadi Asisten Sutradara. Dari sedikit pengalamannya itu, Angga Dwimas Sasongko nekat dan belagak gila untuk membuat filmnya sendiri. Tak peduli berapa banyak orang yang akan meragukan sebuah ide, baginya tak ada yang bisa tahu gagal atau tidak usaha seseorang tanpa mencobanya dahulu.

Kini nama Angga Dwimas Sasongko sudah dikenal banyak orang, sebagai kawakan sutradara perfilman tanah air. Beberapa film yang pernah ia ciptakan antara lain Foto Kotak dan Jendela (2006), Jelangkung 3 (2007), Garuda Muda - Dokumenter (2008), Hari Untuk Amanda (2009), Cahaya Dari Timur: Beta Maluku (2013), Revolusi Pemuda: Rengasdengklok (2014) dan Script Development Filosofi Kopi (2015). Tidak hanya dari segi kuantitas karya, Angga Dwimas Sasongko telah menerima banyak penghargaan bergengsi di bidang yang digelutinya saat ini. Di usianya yang terbilang masih cukup muda, Angga Dwimas Sasongko sudah menyabet Nominasi Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2010 dan Nominasi Sutradara Terpuji Festival Film Bandung 2015.

Ketiga sosok di atas telah menjadi contoh konkret anak muda yang sukses sesuai bidangnya masing-masing. Nah, Lo pun bisa menjadi seperti mereka. Jangan ragu berkarya dan menjadi inspirasi bagi banyak orang sesuai passionmu seperti ketiga sosok di atas atau sosok-sosok lain yang bisa Lo lihat dan subscribe MLDSPOT TV. MLDSPOT TV adalah inspiring lifestyle channel, yang mengangkat local greatness, seperti inspiring people, local product, local communities dan local places.

Berikut video lengkapnya untuk Lo: