Brilio.net - Baru-baru ini publik dikejutkan dengan serangkaian video yang beredar di media sosial. Video tersebut memperlihatkan seorang menteri Malaysia sedang berhubungan seksual dengan seorang politikus pria. Sejumlah orang membandingkan kasus yang terjadi mirip dengan rumor sodomi yang pernah dialami tokoh pro-demokrasi Anwar Ibrahim.

Dikutip dari laman South China Morning Post, Kamis (13/6), Muhammad Haziq Abdul Aziz, anggota partai Pakatan Keadilan Rakyat (PKR), partainya Anwar Ibrahim, Rabu lalu mengaku dia adalah pria muda di dalam video itu dan dia mengatakan menteri dalam video itu tidak layak mendapat posisi dalam pemerintahan.

Dalam sebuah video di Facebook, Haziq menyatakan bahwa video tersebut diambil tanpa sepengetahuan dirinya pada 11 Mei di Negara Bagian Sabah di dalam kamar hotel tempat si menteri menginap.

"Saya menyerukan MACC (Komisi Anti Korupsi Malaysia) menyelidiki menteri atas kasus korupsi. Dia bukan sosok yang layak untuk jadi pemimpin," kata Haziq kepada pasangan bermain seksnya itu. Menurut Haziq menteri itu juga adalah anggota PKR.

Sekretaris jenderal PKR, Saifuddin Nasution mengatakan bahwa partainya menolak untuk segala bentuk permainan politik kotor.

Loading...

"Gaya dan cara semacam ini tidak membawa manfaat bagi masyarakat dan bangsa," kata Saifuddin seraya menyerukan warga untuk tidak menyebarkan video itu.

Tak hanya itu saja, Sayap kepemudaan PKR juga dua hari lalu mengeluarkan pernyataan agar Haziq diberi sanksi.

Kasus skandal video homoseks ini tentu saja menyegarkan kembali ingatan orang akan kasus yang pernah dialami oleh Anwar Ibrahim, ketua PKR. Pada tahun 1998 Anwar dipecat dari jabatannya sebagai Wakil Perdana Menteri oleh Mahathir Mohamad atas dugaan sodomi dan korupsi hingga membuat dia mendekam di penjara.

Tak berhenti hanya disitu saja, pada tahun 2010 silam ketika Anwar menajdi oposisi ia didakwa atas kasus sodomi dan itu menghalangi dia meraih dukungan politik.

Mei lalu Anwar mendapat grasi dari kerajaan dan dia dibebaskan setelah koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir, 93 tahun, menjadi perdana menteri untuk kedua kalinya.

Anwar diplot akan menjadi perdana menteri Malaysia berikutnya karena Mahathir berjanji dia hanya akan menjabat selama dua tahun.

Pengamat politik Awang Azman Awang Pawi dari Univeristas Institut Malaya mengatakan, serangan terhadap reputasi sang menteri memperlihatkan kultur politik yang memfitnah lewat video yang muncul pada periode pertama Mahathir sebagai perdana menteri kini datang lagi.

"Warisan ini berdampak buruk bagi politik. In memperlihatkan kultur politik yang tidak sehat dan belum dewasa. Kasus ini juga menunjukkan kepada rakyat, retorika soal reformasi institusi hanya lip service belaka," kata dia.

Azman juga mengatakan, kasus video ini menandakan dinamika internal PKR cukup bergejolak. Sementara itu, Menteri Perekonomian Malaysia Dato' Seri Mohamed Azmin Ali membantah tudingan video porno homoseks yang diduga melibatkan dirinya.

"Saya merujuk kepada laporan media hari ini berhubung fitnah dan tuduhan seorang individu yang coba mengaitkan saya dalam satu video porno," ujar Azmin dalam pernyataannya Rabu 12 Juni 2019, seperti dikutip dari New Strait Times.

Azmin akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum.