Brilio.net - Polemik harga tiket pesawat yang mahal menjadi perbincangan hangat di masyarakat Indonesia. Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo merencanakan untuk membuka peluang maskapai asing untuk ikut andil dalam penerbangan domestik. Hal tersebut sebagai salah satu upaya yang diinisiasi pemerintah.

Sebelumnya, Indonesia telah membuka kesempatan bagi maskapai asing Air Asia untuk rute domestik. Rencana tersebut menimbulkan polemik di kalangan masyarakat Indonesia.

Beberapa maskapai asing mulai melirik rencana pemerintah dalam membuka rute domestik di Indonesia.

Hariyadi Sukamdani selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperkirakan ada tiga nama maskapai regional atau asing yang tertarik membuka rute domestik di antaranya AirAsia, Jet Star, dan Scoot.

Brilio.net mencoba merangkum deretan keuntungan dan kerugian dari masuknya maskapai asing ke rute domestik Indonesia dihimpun dari merdeka, Kamis (13/6).

Loading...

1. Menyeimbangkan harga.

aa © 2019 brilio.net

 foto: Instagram/@budikaryas

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dengan adanya rencana mendatangkan maskapai asing beroperasi di Indonesia, seharusnya mampu memberikan perubahan dengan mampu menciptakan tarif yang seimbang.

"Saya masih menaruh harapan bahwa maskapai yang ada melakukan reformasi lah, supaya ada keseimbangan harga, supply demand," kata Budi.

Ia juga menambahkan, jika perubahan telah dilakukan dan keseimbangan telah terjadi, maka masyarakat akan tetap mengandalkan maskapai dalam negeri.

"Sehingga maskapai asing second alternatif. Efektif atau tidak tergantung kesiapan mereka sendiri," ujar Budi.

2. Meningkatkan sektor pariwisata Indonesia.

 aa © 2019 brilio.net

foto: Instagram/@menpar.ariefyahya

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya saran dari Presiden Jokowi untuk memasukkan perubahan maskapai asing merupakan ide yang bagus, pasalnya dengan bertambahnya maskapai, maka industri penerbangan bisa bersaing lebih baik.

Namun ia menyarankan agar maskapai asing tak hanya membuka penerbangan pada rute 'gemuk' saja. Melainkan juga ke daerah perintis. Dengan begitu harga juga akan lebih terjangkau.

"Mereka tidak boleh masuk Indonesia ke rute dalam Jawa saja. Tapi harus juga rute ke daerah perintis. Khususnya daerah yang sedang berkembang baik pariwisata maupun perekonomiannya," kata Arief.

3. Menimbulkan polemik dan dianggap bukan solusi.

a © 2019 brilio.net

foto: Instagram/@jusufkalla

Wakil Presiden Jusuf Kalla, justru sebaliknya, ia tak setuju dengan usulan Presiden Jokowi. Menurutnya, belum tentu maskapai asing tersebut dapat bersaing dengan maskapai besar di Indonesia seperti Garuda Indonesia dan Lion Air.

"Bukan solusi, sudah masuk maskapai asing AirAsia, itu kan asing dari Malaysia, tapi dia juga tidak sanggup bersaing di Indonesia. Dulu saya sering pakai ke Makassar, sekarang ndak ada lagi tuh ke Makassar, sekarang AirAsia yang bergerak hanya ke Bali," kata JK.

Jika dilihat saat ini penerbangan Air Asia sangat terbatas. Itu disebabkan Air Asia tak bisa bersaing dengan maskapai lain di Tanah Air.

"Jadi tidak sanggup juga bersaing walaupun masuk maskapai asing bukan solusi. Dia juga tidak bisa bersaing, buktinya Air Asia itu," ujarnya.