Brilio.net - Hasil survei yang dilakukan lembaga Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan empat partai mengalami kenaikan elektabilitas akibat efek ekor jas dan manuver para elite. Keempat partai itu adalah PDI Perjuangan, Gerindra, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Berkarya.

"Empat partai menikmati kenaikan elektabilitas, yang terkerek oleh 'coattail effect' maupun manuver yang dilancarkan elite-elite parpolnya," kata Direktur Eksekutif indEX Research, Vivin Sri Wahyuni dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (12/1).

Dilansir brilio.net dari antara, Vivin mengatakan PDIP dan Gerindra mendapatkan efek ekor jas sebagai partai pengusung utama capres Jokowi dan capres Prabowo Subianto. Sedangkan PSI dan Berkarya mengalami kenaikan elektabilitas akibat isu-isu kontroversial yang diangkatnya. Vivin mengatakan berdasarkan temuan indEX Research, elektabilitas PDIP meningkat dari 23,1 persen pada survei periode November 2018 menjadi 25,7 persen.

Sedangkan Gerindra naik dari 12,3 persen menjadi 14,7 persen. Kenaikan elektabilitas PDIP dan Gerindra tidak mengherankan, mengingat kedua parpol adalah pengusung utama capres-cawapres. Sementara, PSI naik dari 1,2 persen menjadi 2,3 persen, sedangkan Berkarya dari sebelumnya hanya 0,1 persen menjadi 0,8 persen.

Kenaikan kedua partai tersebut, menurutnya, lantaran strategi melontarkan isu-isu kontroversial untuk mendapatkan efek elektoral. "PSI memanfaatkan isu-isu sensitif seperti Perda Syariah, poligami, hingga ucapan selamat Natal. Sedangkan Berkarya menjual Soeharto sebagai Bapak Pembangunan pada era Orde Baru," jelas Vivin.

Loading...

Sementara itu elektabilitas partai menengah seperti PKB relatif stabil pada kisaran 7,3 - 7,5 persen. Kehadiran sosok cawapres Ma'ruf Amin dinilainya masih belum berdampak signifikan mengerek elektabilitas capres pasangannya, Jokowi.

"Mesin kampanye PKB dan Ma'ruf tampak belum sinkron," ujar Vivin.

Sementara itu, partai lain cenderung stagnan atau mengalami penurunan. Survei indEX Research dilakukan pada 17-28 Desember 2018, dengan jumlah responden 1.200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error plus minus 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.