Brilio.net - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Agus Yudhoyono pada Kamis (2/5) pukul 16.00 WIB. Pertemuannya dengan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat ini berlangsung empat mata. Pertemuan tersebut dikabarkan berlangsung tertutup. Sebelumnya Ketum PAN Zulkifli Hasan bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara.

Pertemuan ini digadang-gadang sebagai bentuk manuver politik. Terlebih Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding bicara kemungkinan bertambahnya anggota Koalisi Indonesia Kerja.

Dilansir dari Liputan6.com, Kamis (2/5), Karding menilai Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat kemungkinan akan bergabung mendukung Jokowi.

"Saya melihat yang punya peluang besar ke depan PAN dan Demokrat," ungkap Karding.

Menanggapi hal itu, Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan koalisi Adil Makmur masih solid. Cawapres nomor urut 02 ini memastikan bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) dan Demokrat tak pindah haluan ke kubu petahana.

Loading...

"Sampai hari ini alhamdulillah Demokrat dan PAN memberikan kepastian bahwa mereka tetap berada di koalisi kita," kata Sandiaga seperti dikutip dari merdeka.com.

Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, koalisinya kompak mengawal pemilu yang diduga marak dengan kecurangan. Sandiaga optimis Gerindra, PKS, PAN, Berkarya dan Demokrat tetap satu baris.

"Saya masih melihat saat ini bahwa kita solid, koalisi adil makmur solid dan ini kan tentang gimana menghadirkan pemilu yang bermartabat, bagi kita adalah proses ini harus kita tuntaskan sampai akhir," ujar Sandiaga.