Brilio.net - Memasuki tahun pemilu pada 2019 mendatang, tensi politik ikut memanas. Mereka yang ada di luar pemerintahan bersaing untuk memberikan kritikan untuk ranah eksekutif.  Para tokoh politik atau pun masyarakat biasa tak segan mengkritik pemerintahan Jokowi-JK. 

Tak terkecuali juga dengan anak-anak mantan presiden terdahulu yang kini terjun ke dunia politik. Di berbagai kesempatan, anak-anak mantan Presiden RI seperti Tommy Soeharto dan Agus Yudhoyono kerap menyampaikan kritikannya untuk pemerintahan Jokowi-JK.

Permasalahan seperti revolusi mental, utang negara hingga kebiasaan Jokowi membagikan sepeda pun tidak lepas dari kritikan tajam para anak-anak mantan presiden ini. Tak hanya Tommy dan Agus Yudhoyono, masih ada anak-anak mantan Presiden yang kerap mengkritik Jokowi.

Dilansir brilio.net dari berbagai sumber, Senin (23/7) berikut empat anak mantan presiden yang kerap mengkritik Jokowi.

1. Rachmawati Soekarnoputri.

Loading...

Anak mantan presiden kritik Jokowi  © 2018 brilio.net

foto: merdeka.com

Rachmawati Soekarnoputri memang dikenal bersebrangan dengan Jokowi. Pada 2015 lalu, Rachmawati secara gamblang menyebutkan bahwa sang kakak, Megawati Soekarnoputri telah salah memilih orang untuk jadi presiden. Jokowi dianggap bersebrangan dengan Bung Karno.

"Saya tantang Jokowi akan nawacita dan trisaktinya Soekarno. Dia Jokowi utang dunia Rp 35 triliun, padalah di KAA tidak akan utang lagi, dia pencitraan doang. Waktu pilpres, saya katakan Jokowi froksi kapitalis, antek kapitalis. Semua yang dikerjakan bertentangan dengan Soekarno," ujarnya seperti dikutip brilio.net dari merdeka.com.

Program bagi-bagi sembako, sertifikat dan sepeda yang dilakukan Jokowi juga tak lepas dari kritikan tajam putri Bung Karno ini. Di hadapan media, Rachmawati mengatakan bahwa program bagi-bagi sembako, sertifikat dan sepeda sebagai bentuk pembodohan rakyat.

2. Tommy Soeharto.

Anak mantan presiden kritik Jokowi  © 2018 brilio.net

foto: merdeka.com

Dalam pidatonya di konsolidasi pemenangan Partai Berkarya di Memorial Jenderal Besar HM Soeharto di Bantul, Yogyakarta pada Juni 2018 lalu, Tommy Soeharto menyampaikan kritiknya terhadap untuk kondisi Indonesia yang memiliki banyak utang luar negeri.

"Kita sangat prihatin sekali 20 tahun kita telah melakukan reformasi bukan kemajuan tapi keprihatinan. Kita punya utang sampai Rp 5 ribu triliun menurut laporan BI. Utang wajar tapi kita harus tahu kapan utang bisa dilunasi," ujar Tommy seperti dikutip brilio.net dari merdeka.com.

Tak hanya menyoroti permasalahan utang negara, Ketum Partai Berkarya juga mengkritik kebijakan pemerintah yang saat ini memberikan kelonggaran terhadap investasi asing, yang membuat angka pengangguran meningkat.

"Sekarang investasi asing bukan hanya membawa modal. Tapi juga membawa orangnya. Ini memprihatinkan sementara pengangguran di Indonesia semakin meningkat yang tidak mendapatkan penyaluran yang baik," jelas anak bungsu Soeharto tersebut.

3. Titiek Soeharto.

Anak mantan presiden kritik Jokowi  © 2018 brilio.net

foto: liputan6.com

Pada 11 Juni 2018 lalu, Titiek Soeharto menyampaikan pidato politiknya yang berisi tentang keputusannya untuk keluar dari Partai Golkar dan bergabung bersama Tommy Soeharto di Partai Berkarya. Dalam pidatonya tersebut, mantan anggota komisi IV DPR ini juga menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Jokowi.

Dilansir dari merdeka.com, Titiek Soeharto mengkritik penanganan narkoba di Indonesia yang tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Pengelolaan sumber daya alam juga tidak dilakukan secara optimal sehingga membuat rakyat tak bisa sejahtera.

4. Agus Harimurti Yudhoyono.

Anak mantan presiden kritik Jokowi  © 2018 brilio.net

foto: liputan6.com

Agus Harimurti Yudhoyono melontarkan kritikan bagi beberapa program yang dijalankan pemerintahan Jokowi saat ia melakukan orasi politik di Hall Jakarta Convention Center, Jakarta selatab pada 9 Juni lalu.

Dalam pidatonya tersebut, AHY menyinggung tentang program revolusi mental Presiden Jokowi yang jauh dari cita-cita. Meskipun pemerintahan Jokowi berhasil membangun infrastruktur di berbagai wilayah, namun menurut AHY hal tersebut justru membuat Jokowi melupakan program revolusi mental yang bertujuan untuk membentuk masyarakat berkarakter santun, berbudi pekerti, dan bergotong royong.

Sama seperti Tommy Soeharto, anak sulung SBY ini melontarkan kritikan bagi kelonggaran terhadap investasi asing. Selain itu, suami Annisa Pohan juga menyoroti tarif listrik dan harga bahan pokok yang cenderung tinggi, serta kurangnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.