Brilio.net - Turnamen Indonesia Masters 2019 menjadi penampilan terakhir Liliyana Natsir. Atlet berusia 33 tahun itu memutuskan pensiun setelah 24 tahun menggeluti bulutangkis sebelum memfokuskan diri pada bisnis yang dirintasnya sejak 2015.

Liliyana naik ke panggung di hadapan Menpora Imam Nahrawi dan Ketua Umum PP PBSI Wiranto. Dia didampingi ibunda Olla Maramis dan ayah Beno Natsir serta pemilik PB Djarum Kudus, Victor Hartono.

"Hari ini adalah hari yang sangat berat buat saya, 24 tahun saya berkarier dalam bulutangkis, dan 17 tahun saya menjadi pemain profesional di pelatnas PBSI Cipayung," kata Liliyana Natsir sambil menahan air mata di Stadion Istora GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (27/1).

"Hari ini, Minggu 27 Januari 2019, saya menyatakan untuk pensiun sebagai atlet profesional bulu tangkis. Saya tidak pernah menyesal menjadi atlet bulu tangkis. Dunia ini yang membesarkan nama saya, dunia ini yang membuat saya bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara," tambah atlet peraih gelar juara dunia 2005, 2007, 2013, dan 2017 itu dikutip Antara.

Pemain yang akrab disapa Butet itu mengatakan dirinya berharap junior-juniornya di bulutangkis bisa berprestasi lebih dari dirinya.

Loading...

"Saya ingin memberikan kesempatan kepada junior saya. Saya ingin adik-adik atlet saya menjadi pemenang-pemenang baru ke depan. Sampai jumpa di lain kesempatan, maju terus bulu tangkis Indonesia," terang pasangan Tontowi Ahmad di ganda campuran.

Butet menyampaikan kata-kata motivasi pada ujung pidato perpisahannya yang mengandung pesan mendalam. "Kekalahan itu tidak memalukan, yang memalukan itu adalah menyerah," pungkasnya.

Selepas gantung raket, Butet mengaku akan berkecimpung dalam tiga bisnis yang menjadi fokus kesehariannya yaitu Nine Familiy Reflexology dan properti di Serpong Tangerang Selatan, serta bisnis penukaran mata uang yang baru dirintisnya.

Selain empat gelar juara dunia, Butet juga tercatat merebut medali perak pada Kejuaraan Dunia 2009 bersama Nova Widianto dan medali perunggu Kejuaraan Dunia 2011 bersama Owi.

Pada turnamen bulutangkis tertua di dunia, All England Liliyana Natsir bersama Tontowi Ahmad juga mencetak rekor sebagai ganda campuran Indonesia pertama yang menjadi juara setelah 33 tahun sebelumnya Christian Hadinata bersama Imelda Wiguna mempersembahkan gelar bagi Indonesia pada 1979. Setelah itu, Liliyana bersama Tontowi menambah dua gelar All England lagi secara berurutan.

Butet juga menjadi bagian dari sejarah Indonesia ketika tim Merah-Putih mengukuhkan dominasinya pada cabang bulu tangkis SEA Games 2007 dengan menyapu habis medali emas. Butet menyumbang medali emas ganda putri dan berpasangan dengan Vita Marissa.

Butet telah mengoleksi total empat medali emas SEA Games yaitu dua SEA Games 2007 pada ganda putri dan beregu putri, SEA Games 2009, dan SEA Games 2011 dari nomor ganda campuran.

Berikut video pidato pamitan Liliyana Natsir: