Brilio.net - Komite Disiplin PSSI memutuskan menghukum Manajer Persekam Metro FC, Bambang Suryo. Bambang Suryo dilarang beraktivitas di sepak bola Indonesia seumur hidup.

"Komite Disiplin PSSI mengeluarkan keputusan terkait pelanggaran disiplin kepada manajer Persekam Metro FC, Bambang Suryo," cuitan akun Twitter @PSSI dikutip brilio.net, Kamis (27/12).

bambang suryo dihukum pssi © bola.com

Ketua Komdis PSSI Asep Edwin menyatakan hukuman ini lantaran Bambang Suryo melakukan tingkah laku buruk pada pertandingan PSN Ngada versus Persekam Metro FC pada 26 November lalu di kompetisi Liga 3 2018.

"Bahwa pada tanggal 10 November 2018, pelatih PSN Ngada Sdr. Kletus Gabhe mendapat Whatsapp (WA) dari Manager Persekam Metro FC Sdr. Bambang Suryo untuk mengucapkan selamat kepada tim PSN Ngada dan menanyakan target tim PSN Ngada karena lolos ke putaran 32 Besar Nasional. Lalu pada 21 November 2018, kembali mendapat WA dari Bambang Suryo dengan pertanyaan “ada target lolos..?” dan sekaligus menyampaikan jika ingin lolos maka harus menyerahkan uang sejumlah seratus juta rupiah," kata Asep Edwin dilansir dari pssi.org.

"Bahwa pada tanggal 19 Desember 2018, Sdr. Bambang Suryo dipanggil untuk menghadiri sidang Komite Disiplin PSSI untuk memberikan keterangan terkait tindakan di atas. Dan yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan Komite Disiplin PSSI tanpa alasan yang patut dan lebih memilih hadir pada acara di sebuah TV swasta pada malam hari dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin. Sdr. Bambang Suryo pada tahun 2015 juga telah dihukum oleh Komite Disiplin PSSI berupa larangan beraktifitas dalam kegiatan sepak bola di lingkungan PSSI seumur hidup." tambah Asep Edwin.

Lanjut dia, saat dipanggil dalam sidang Komite Disiplin PSSI, Bambang Suryo tidak datang dan justru hadir sebagai bintang tamu Mata Najwa.

bambang suryo dihukum pssi © bola.com

Namun, Bambang Suryo membantah jika ada surat panggilan dari Komdis PSSI.

"Saya tidak pernah menerima panggilan itu baik lewat telepon, SMS atau whatsapp. Saya juga sudah cek sekretariat Metro FC, tidak ada email masuk. Jangankan dipanggil komdis PSSI, dipanggil setan pun saya datang," kata Bambang Suryo dilansir bola.com.

Di sisi lain, Bambang Suryo menyatakan tidak akan kembali ke dunia match fixing. "Seperti saya tegaskan dulu, saya sekarang jadi detektif swasta sepak bola Indonesia. Tidak ada niatan untuk kembali ke dunia match fixing," ujar Bambang Suryo.

PSSI menyatakan akan menggandeng Polri untuk menyelidiki kasus penyuapan atau pengaturan pertandingan apabila hukum sepakbola tak lagi bisa menyelesaikan masalah ini. Rencananya PSSI akan menyiapkan tim Ad Hoc sinergi integritas. Pada Januari 2019, PSSI akan merencanakan pertemuan dengan Polri dan mengundang FIFA untuk membicarakan langkah strategis. PSSI berkomitmen memerangi match fixing atau match manipulation.