Brilio.net - Insomnia atau susah tidur adalah penyakit yang banyak dialami masyarakat Indonesia dewasa ini.  Berawal dari kasus tersebut membuat Azisya Amalia Karimasari dan kawan-kawannya, mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya, sepakat membuat sleematic. Slematic menjadi alat pengontrol tidur sehingga menciptakan tidur yang berkualitas dan nyenyak.

“Ide sleematic muncul saat semester 6. Sebagai mahasiswa teknik tugas yang bejibun membuat kita harus lembur sampai malam dan mengantuk,” ungkap Azisya saat diwawancarai brilio.net. “Pada saat saya mengantuk, saya berpikir mengapa tidak ada alat yang membuat tidur kita lebih berkualitas sehingga menghemat waktu individu itu sendiri.”

Cara kerja sleematic sendiri menggunakan dua stimulator yakni dari stimulasi cahaya tampak LED dan stimulasi gelombang suara lewat binaural beats. Kedua gelombang ini nantinya akan saling mempengaruhi otak. Pada bagian LED akan ada dua warna yang berfungsi, biru untuk melelapkan dan kuning untuk membangunkan.

Mahasiswa teknobiomedik ini menjelaskan bahwa sleematic memiliki bentuk yang mirip penutup mata seperti kacamata helm. Bahannya terbuat dari katun yang cukup menyerap cahaya agar tidak terlalu fokus ke mata sehingga pencahayaan yang diberikan dapat menyebar.

Meski begitu, saat penelitian, Azisya dan timnya juga mengalami kendala. Salah satunya terletak pada orang yang diuji coba. Mereka harus terjaga semalaman untuk mencatat reaksi yang diberikan oleh sleematic berkali-kali.

Loading...

Saat ini, mahasiswa asli Kediri itu tengah mengembangkan sleematic menjadi bentuk yang lebih minimalis layaknya penutup mata yang sering dipasarkan dan dapat dinikmati oleh seluruh elemen masyarakat. Ke depannya dia ingin membuat penemuan ini menjadi sebuah bisnis dengan harga kurang lebih Rp 1 juta.

Tim yang beranggotakan Azisya Amalia Karimasari, Amila Sofiah, Priyanka Kusuma Wardhani, Andi Achmad Dzulfiqar dan Choirul Chabib (sekarang digantikan Novia dwi Asmaningtyas) ini telah menorehkan banyak prestasi dari sleematic.

Beberapa contohnya adalah juara PKM Universitas Airlangga, juara PKM Karsa Cipta dan beberapa perlombaan LKTI nasional. Tak hanya itu saja, DIKTI bahkan saat ini mau mengucurkan dana jutaan rupiah demi pengembangan sleematic untuk dimasukkan dalam PKM teknologi.