×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Telat 30 menit gaji dipotong, cerita PNS muda patahkan stigma

View Image

0

BRILIO » News

Telat 30 menit gaji dipotong, cerita PNS muda patahkan stigma

Kami absennya pakai sistem finger print (sidik jari), jika telat lebih dari 30 menit akan dipotong gaji 0,25%.

20 / 04 / 2015

Brilio.net - Pekerjaan sebagai abdi negara atau pegawai negeri sipil (PNS) mungkin kamu anggap sebagai pekerjaan yang kurang menantang. Stigma negatif yang melekat pada PNS mulai dari pelayanan yang kurang baik, jam kerja yang sedikit hingga tidak ada kerjaan di kantor membuat pekerjaan ini dipandang sebelah mata.

Namun jangan salah, PNS saat ini justru pekerjaannya cukup berat lho. Apalagi jika kamu berada di bawah suatu kementerian. Salah seorang PNS di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Anta (24), menuturkan bahwa jam kerja mereka bahkan sama dengan pegawai swasta bahkan sering ada lembur.

“Untuk Kemenkeu masuknya mulai pukul 07.30 hingga 17.00, kalau lembur bisa sampai pukul 20.00,” ungkap Anta kepada brilio.net. “Kami absennya pakai sistem finger print (sidik jari), jika telat lebih dari 30 menit akan dipotong gaji 0,25% dari tunjangan khusus pengelolaan negara, telat lebih dari 1,5 jam bisa dipotong hingga 2,5%.”

Hal senada juga diungkapkan oleh Taryono (49), salah seorang PNS di Pengadilan Agama. Pria yang sudah mengabdikan diri selama 20 tahun ini mengaku setiap lembaga pemerintahan sudah menerapkan sistem finger print untuk absen guna mendisiplinkan pegawainya.

“Kalau di sini telat 1 detik saja bisa dipotong gaji dari tunjangan remunerasi,” ungkap Taryono. “Potongannya kisaran 1% hingga 5%, itu termasuk jika pulang lebih awal tanpa absen di finger print.”

Loading...

Berbagai pelayanan publik pun juga terus ditingkatkan oleh para PNS. Jika dulu urusan birokrasi terkesan ribet dan ada imbalannya, namun kini semua bisa diselesaikan dengan cepat dan tanpa dipungut biaya.

“Saya buat kartu kuning gampang banget, tinggal siapin berkas, isi biodata lalu antri menurut antrian untuk foto, sudah begitu saja. Kalaupun keluar uang itupun paling hanya untuk fotokopi legalisir saja,” puji salah seorang warga.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    67%

  • Ngakak!

    33%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more