Brilio.net - Letak geografis Indonesia yang berada di daerah tropis memungkinkan pohon kelapa tumbuh subur. Meski demikian, banyak limbah kelapa yang terbuang begitu saja karena belum dimanfaatkan secara optimal.

Melihat kondisi tersebut, sekelompok mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terdiri dari Rizky Maulana, Bella Muhalimah, Aulia Khoirunnisa mengkreasikan tas dengan bahan dasar limbah kelapa berbasis Green Economy bernama Cococraft. Limbah kelapa tersebut mereka dapatkan dari Desa Cikarawarang, Bogor yang terkenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa.

Produk inovasi mereka tersebut memiliki beberapa keunggulan. Selain mengurangi pencemaran dan bersifat ramah lingkungan, Cococraft dibuat oleh tenaga ahli sehingga kualitas dan mutunya terjamin dengan memberdayakan masyarakat setempat.

"Limbah kelapa menjadikan produk kami mempunyai diferensiasi dari produk lain. Desain unik memberikan kesan etnik yang memiliki nilai seni," kata Rizky saat dihubungi brilio.net, Jumat (26/6).

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Gagasan mereka tersebut diperlombakan dalam ajang Innovation Contest 2015 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan berhasil meraih juara kedua. Kini, mereka tengah mempersiapkan proses pemasaran produk. "Kami bekerja sama dengan gerai produk UKM binaan IPB untuk dapat masuk sebagai suvenir khas IPB," imbuhnya.

Selain itu, agar produk mereka dikenal luas, Rizky mengaku dirinya dan rekan-rekannya tidak segan-segan menjalin kerja sama dengan pihak lain. Saat ini, produk kerajinan Cococraft sudah tersedia di Something Market yang berlokasi di Ekalokasari Plaza Bogor. Bagaimana, kamu tertarik membeli produk mereka? Come and grab it fast!

BACA JUGA:

Menikmati sajian tradisional tapi mewah, spageti belut

Meski tradisional, kompor anglo tanah ini berbahan bakar uang

Kini jamu tradisional hadir sebagai resep obat di Puskesmas lho

Kuliner tradisional Jawa Barat ini jadi sajian primadona delegasi KAA

Manisnya gatot tiwul Mbah Hadi, jajanan tradisional legendaris Jogja

Jajanan jadul es gosrok, cara makanya pelan-pelan takut pecah

(brl/pep)