Brilio.net - Juri Setyanto (23), pengusaha muda budidaya kelapa kopyor kerdil ternyata juga memanfaatkan kembali pohon kelapa sebagai ladang bisnisnya. Dia memanfaatkan kelapa untuk membuat tanaman hias yaitu bonsai kelapa. Pohon kelapa dipilih karena kelapa adalah pohon yang mudah tumbuh di mana saja dan mudah dibudidayakan.

Lantaran bentuknya yang kerdil ini, kelapa bonsai ini malah memiliki nilai jual cukup tinggi dibanding bibit normalnya. Bentuknya yang mungil dan cenderung gemuk ke samping menjadikan pohon ini lebih unik. Bahkan semakin unik bentuk kelapa bonsai, semakin tinggi harga jualnya.

Apalagi, dari tahun ke tahun, penggemar kelapa bonsai ternyata terus meningkat, "Jadi kelapa bonsai ini relatif tak terpengaruh oleh tren naik turun tanaman hias jenis anthurium, aglaonema, maupun adenium yang harganya bisa anjlok seketika," ujar Juri kepada brilio.net Kamis (28/5).

Kelapa bonsai ini bahan bakunya bisa menggunakan berbagai jenis tanaman kelapa. Termasuk kelapa hibrida, gading, dan genjah. Kelapa gading paling mudah dibonsai. Soalnya, bentuk tanamannya memang sudah kecil sejak awal.

Keragaman jenis ini tidak akan memengaruhi harga jual. Juri mengaku menjual kelapa bonsai mulai dari Rp 300.000 hingga jutaan rupiah per pohon. Ia menjual tanaman kelapa bonsai rata-rata saat berumur di atas tiga tahun dengan ketinggian di bawah 50 sentimeter.

"Makin kecil ukurannya, makin mahal pula harganya. Bentuk yang unik juga menunjang harga jual," lanjutnya lagi.

Proses pembuatannya sendiri, tidak memerlukan alat yang sulit. Cukup dengan pupuk, pot, peralatan berkebun, dan bibit tanaman kelapa. Untuk bibit tanaman kelapa harus menggunakan yang benar-benar tua dan dapat dibeli di pasar tradisional dengan harga cukup murah.

(brl/swh)