Brilio.net - Siapa yang tidak mengenal profesi tukang becak? Siapapun orangnya, di manapun tempat tinggalnya, dan apapun status sosialnya, pastilah tahu profesi ini. Tukang becak bisa dibilang salah satu profesi yang masih membawa unsur budaya tradisional.

Di tengah modernisasi, masih ada orang-orang yang teguh pada pilihan sebagai pengayuh becak. Dari situlah anak-anak muda yang tergabung di organisasi Ideaconnect Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berinisiatif untuk menghargai para pengayuh becak dengan memberi mereka jas hujan gratis.

"Di proyek ini kami menggalang dana secara massal yang nantinya akan kami belikan 100 jas hujan standar untuk dibagi pada tukang becak, khususnya yang masih mengayuh karena mereka masih mempertahankan sisi tradisional dan keunikannya," ungkap Fandi pada brilio.net, Selasa (7/4).

Tak rela tukang becak masuk angin, mahasiswa UGM bagikan 100 jas hujan

Fandi, Project Supervisor Ideaconnect, bercerita bahwa penggalangan dana yang akan berlangsung sampai pertengahan April ini mereka lakukan dengan sistem crowd funding atau penggalangan dana secara massal. Mereka juga mengumpulkan donasi dari proposal online yang diposting di website mereka. Proposal tersebut bisa dibilang sangat lengkap, mulai dari latar belakang program sampai dengan cara berdonasi.

Untuk berdonasi sendiri, organisasi ini membagi menjadi kriteria mulai dari Rp 50.000 sampai dengan Rp 200.000. Jadi ketika ada seorang donatur yang ingin ikut andil dalam program ini, orang tersebut hanya perlu masuk ke website Ideaconnect dan kemudian bisa langsung berkontribusi.

Pada web Ideaconnect juga ditampilkan sebuah video testimoni para pengayuh becak yang bercerita bahwa banyak dari mereka yang tidak memiliki jas hujan standar. Sehingga ketika mendapat penumpang, tak jarang tubuh mereka akan basah dan menyebabkan masuk angin.

(brl/pep)