×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Tahukah kamu, tradisi mudik telah ada sejak peradaban purba?

View Image

0

BRILIO » News

Tahukah kamu, tradisi mudik telah ada sejak peradaban purba?

Namun meski tradisi upacara manunggal dihilangkan, kebiasaan masyarakat untuk pulang saat ada perayaan keagamaan tetap terbawa-bawa hingga kini.

16 / 07 / 2015

Brilio.net - Mudik dan Lebaran menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Tradisi mudik saat akan menjelang hari raya Idul Fitri seolah sudah menjadi tradisi wajib bagi masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang merantau. Mudik menjadi momentum tersendiri untuk berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara. Lalu mengapa mudik selalu indentik dengan Lebaran?

Tradisi mudik sempat dikaji oleh sastrawan, budayawan sekaligus guru besar Jakob Sumardjo. Dijelaskan oleh Jakob Sumardjo, tradisi mudik sudah ada jauh sebelum peradaban modern seperti saat ini.

Pada zaman purba masyarakat Indonesia mengenal upacara manunggal yang dilakukan setiap tahunnya oleh nenek moyang. Dalam upacara tahunan itu seluruh penduduk kampung, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa diwajibkan untuk berkumpul bersama.

Biasanya kegiatan berkumpul tersebut dinamai prosesi penyatuan penduduk kampung dengan makrokosmos serta metakosmos yang diartikan oleh masyarakat terdahulu sebagai prosesi kembali bersih. Budaya tersebut tetap lestari hingga agama Buddha masuk ke Indonesia.

Saat Islam mulai masuk ke nusantara atau Indonesia, maka kegiatan-kegiatan upacara yang bersifat primordial tersebut mulai lenyap sebab dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam. Namun meski tradisi upacara manunggal dihilangkan, kebiasaan masyarakat untuk pulang saat ada perayaan keagamaan tetap terbawa-bawa hingga hari ini.

Loading...

Lebaran dianggap sebagai momentum perayaan keagamaan yang penting bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga. Tradisi manunggal memang bisa dihilangkan, tapi yang tidak bisa dihilangkan dari masyarakat adalah kebiasan dan pemikiran untuk pulang kampung minimal sekali dalam setahun setelah merantau.

BACA JUGA:

Satu-satunya di dunia, masjid ini punya dua arah kiblat

Jaga kerukunan, warga beda aliran bisa gantian berjamaah di masjid ini

Masjid di Iran ini memantulkan cahaya pelangi, bikin kamu terpukau

5 Masjid di dunia ini aristekturnya keren banget, Allahu Akbar!

Tak cuma tempat shalat, masjid ini juga pengadilan masalah keagamaan

Dikenal masjid Kremlin, apa kaitan masjid di Sleman ini dengan Rusia?

Kemegahan Masjid Demak, tempat Wali Songo bermusyawarah adakan sekaten

Ini lho masjid tertua di Indonesia

Masjid unik, dibangun pekerja Kristen dan dicat warna pink





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    40%

  • Ngakak!

    40%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    20%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more