Brilio.net - Keistimewaan Air Zamzam sebagai penawar berbagai penyakit tak diragukan lagi. Dalam sejarahnya, Air Zamzam muncul dari sumber air bekas hentakan kaki Nabi Ismail saat bersama Siti Hajar, ibunya.

Tapi setelah sekian ribu tahun, konon sumur Zamzam ini tertutup karena tak ada yang merawat. Dikutip brilio.net dari buku Sejarah Ibadah karya Syahrudin El Fikri, Selasa (7/7), Abdul Muthalib yang merupakan kakek Nabi Muhammad bernazar untuk menggalinya kembali jika dirinya dikaruniai banyak anak dan akan mengorbankan salah satunya. Doanya pun dikabulkan Allah SWT, ia mempunyai 10 orang anak.

Karena telah dikabulkan doanya, Abdul Muthalib pun melaksanakan nazarnya. Tapi ia ragu siapakah di antara anaknya yang akan dikorbankan? Lalu diundilah hingga kemudian muncul nama Abdullah, ayah Nabi Muhammad SAW. Keraguannya semakin menjadi lantaran anak bungsunya itu begitu ia sayangi. Setelah berulang kali pengundian muncul nama Abdullah, ada yang mengsulkan untuk mengundinya dengan unta. Setelah berkali-kali diundi selalu muncul nama Abdullah lagi jumlah unta yang dikorbankan ditambah hingga 100 ekor.

Pada undian berikutnya, akhirnya muncullah nama onta untuk dikorbankan. Abdul Muthalib kemudian melaksanakan nazarnya untuk mengorbankan onta dan menggali sumur Zamzam. Karena itulah sumur Zamzam disebut juga dengan sumur gali (Dug Water Well).

Ada pula riwayat yang menyatakan jika Abdul Muthalib menggali sumur Zamzam karena adanya perintah yang didapatnya saat tertidur di Hijr Ismail. Maka perintah itu pun dilaksanakan oleh Abdul Muthalib.

Loading...

BACA JUGA:

Kisah Asmai kalahkan ratusan penyair berkat syair burung bulbul

Kisah kesederhanaan wali kota di tengah penduduknya yang pemberontak

Kisah keharmonisan antar umat beragama di zaman Rasulullah

Kisah Nabi Zakaria tak henti-hentinya berdoa akhirnya dikaruniai anak

Kisah Wali Sanga, alat musik tradisional bikin orang masuk Islam

Kisah perpindahan agama seorang panglima di tengah tengah perang

Kisah Perang Hunayn, kemenangan kaum muslim yang sempat tercerai berai