Brilio.net - Manusia tak dapat memilih dilahirkan dari siapa dan akan tumbuh menjadi seperti apa. Maka dari itu tak baik  jika hanya menilai seseorang dari penampilan fisiknya saja. Sebab, setiap orang pastilah ingin dihargai dan dihormati. Maka, jika kamu ingin dihargai hargailah orang lain terlebih dulu.

Pengalaman yang tak mengenakkan soal fisik ini dialami oleh Ninda (18). Semenjak Sekolah Dasar hingga kini telah lulus Sekolah Menengah Atas diolok-olok oleh teman sebayanya.  Postur tubuhnya yang gendut membuat dirinya sering menjadi sasaran bully di sekolah.

Padahal semasa sekolah, Ninda sering masuk dalam jajaran peringkat 3 besar. Tapi tetap saja ia selalu jadi sasaran bully siswa laki-laki. Sedangkan teman perempuannya memilih untuk bergosip di belakang daripada menyatakan secara terang-terangan. Mereka hanya bersikap baik saat memerlukan bantuan Ninda dalam hal Pelajaran Bahasa Inggris dan komputer.

"Pernah dulu saya ditimpuk dari belakang pakai gelas air mineral dan kertas," kata Ninda kepada brilio.net melalui sambungan telepon bebas pulsa di nomor 08001555999.

Ia heran kenapa teman-temannya memandang sebelah mata dirinya yang gemuk. Setiap ia lewat selalu meluncur kata-kata yang kurang mengenakkan. Bahkan Ninda hanya sebulan sekali pergi ke toilet demi menghindari cemooh.

Loading...

Namun, baginya lebih sakit dibicarakan di belakang oleh teman perempuan daripada kata-kata kasar dari siswa laki-laki. Seharusnya sebagai sesama wanita mereka bisa lebih mengerti dan memberi semangat.

Cerita ini disampaikan oleh Ninda melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!