Brilio.net - Tak salah memang melihat seseorang dari penampilannya. Tapi yang harus diingat, tak selamanya karakter orang hanya dinilai dari penampilan. Seperti para anggota komunitas ini, meskipun dilihat dari luar penampilan mereka garang, tapi hati mereka tak segarang penampilannya. Dulu komunitas ini terkenal urakan dan nakal, tapi kini menjadi banyak dikenal karena kegiatan sosial yang dilakukan memberikan manfaat terhadap orang lain.

Tahun 1999, sekelompok anak muda di daerah Mergangsan Kidul Jogja membentuk komunitas yang dinamai Merkid's. Sadar karakter nakal dan urakan tak bisa memberikan manfaat apa-apa, tahun 2006 mereka berevolusi mental menjadi komunitas sosial.

Tapi posisi para anggotanya yang banyak bekerja di jalanan seperti juru parkir, pengasong, pengamen, maupun pekerja jalan lainnya membuat image mereka tak mudah berubah. Hingga akhirnya keterlibatan mereka menjadi relawan erupsi Gunung Merapi menjadi bukti mereka benar-benar terjun ke masyarakat memberikan pelayanan sosial.

"Tahun 2010 Merkid's kita ubah kepanjangannya menjadi Menyongsong Esok Raih Kebersamaan Impikan Damai Selamanya," kata Hasan, ketua Merkid's kepada brilio.net, Selasa (11/8).

Aksi sosial yang mereka lakukan pun bermacam-macam, mulai dari aksi sosial banjir Code, pengiriman air bersih ke Gunungkidul, donor darah, hingga aksi sosial di berbagai panti asuhan di Jogja. "Orang kan akan merasa aneh jika orang yang penampilannya garang dan bertato malah sering berkunjung ke panti asuhan," kata Hasan saat ditemui di rumahnya di daerah Tamansiswa Jogja.

Loading...

Tak hanya itu, Hasan mengungkapkan jika banyak sekali sms yang masuk untuk meminta bantuan kepada dirinya. Kebanyakan yang meinta bantuan adalah mereka kaum pinggiran yang terlilit masalah utang ataupun masalah lainnya.

Merkid's juga berusaha mencarikan lapangan pekerjaan para anggotanya agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif lagi. Pekerjaan yang diberikan pun bermaca-macam, mulai dari juru parkir, sekuriti, hingga bagian keamanan. Anak-anak yang keluar dari lembaga pemasyarakatan juga mereka usahakan kegiatan positir agar tak kembali ke jalan. Mereka dititipkan di rumah makan, hingga event organizer (EO) maupun advertising milik teman-teman mereka.

Kini Merkid's mempunyai lebih dari 700 anggota yang tersebar di berbagai wilayah di DI Yogyakarta. Bahkan komunitas ini juga sudah melebar hingga Klaten dan Magelang. Anggotanya pun sudah bermacam-macam, mulai dari kaum jalanan, pengusaha salon, hingga pemilik toko emas.