Brilio.net - Siapa yang nggak kenal Avengers? Tim protagonis besutan komik Marvel ini terdiri dari berbagai macam superhero seperti Captain America, Hulk, Thor, Iron Man, Black Widow dan Hawkeye. Komiknya bahkan sudah di angkat menjadi film. Karena kehebatannya dalam membasmi kejahatan, nggak salah kalau tokoh-tokoh fiktif superhero banyak di idolakan semua orang tanpa memandang umur.

Tapi tunggu dulu, jika Marvel punya tim Avengers dengan superhero-superhero nya, Indonesia juga punya beberapa tokoh pahlawan yang layak disejajarkan dengan para superhero Marvel ini. Dan sudah seharusnya kita orang Indonesia bangga kalau memiliki pahlawan-pahlawan keren yang bisa kamu tiru sifat kepahlawanannya.

Berikut tim Avengers versi pahlawan Indonesia, yang brilio.net, Selasa (10/11) sajikan spesial buat kamu di hari pahlawan ini:

1. Captain America – Jenderal Soedirman

Punya kemiripan karakter, ini tim Avengers versi pahlawan Indonesia

Loading...

foto: cr-evans.tumblr.com

Sama-sama terkenal memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi, sosok Jenderal Soedirman layak mengisi posisi Captain America, bahkan bisa dibilang lebih hebat daripada Captain America. Walaupun hanya bernapas dengan menggunakan satu paru akibat penyakit TBC yang diderita nya, Pak Dirman dengan semangat juang yang tinggi tetap mampu memimpin para pejuang melawan penjajah lewat perang gerilya pasca proklamasi kemerdekaan.

2. Iron Man – BJ Habibie

Punya kemiripan karakter, ini tim Avengers versi pahlawan Indonesia

foto: wikia.nocookie.net

Kalau tim Avengers punya Iron Man yang terkenal dengan berbagai macam teknologi canggih-nya, Indonesia juga punya BJ Habibie yang nggak kalah cerdas dengan si Tony Stark. Tapi bedanya kalau Tony Stark, si pemeran Iron Man ini sifatnya playboy, beda dengan Pak Habibie yang hanya setia dengan cintanya kepada Alm. Ainun Habibie.

Salah satu bukti dari kejeniusan Habibie adalah menemukan sebuah teori yang disebut Crack Progression, di mana teori ini digunakan untuk menekan risiko jatuhnya pesawat terbang akibat retaknya konstruksi pesawat terbang. Selain itu, Habibie juga memegang 46 hak paten di bidang Aerodinamika. Walaupun Habibie ini belum diberi gelar kepahlawanan sama pemerintah Indonesia, tapi kamu semua pasti setuju dong kalau Pak Habibie layak disebut pahlawan teknologi asli Indonesia, iya kan?

3. Thor - Sultan Hasanudin

Punya kemiripan karakter, ini tim Avengers versi pahlawan Indonesia

foto: biografiku.com

Yang satu berasal dari Asgardian, yang satu lagi berasal dari Sulawesi Selatan. Tapi keduanya sama-sama berasal dari latar belakang keluarga kerajaan. Yap, Sultan Hasanuddin yang karena keberaniannya oleh Belanda dijuluki Ayam Jantan dari Timur, merupakan Raja Gowa ke-16. Setelah naik takhta, ia mendapat tambahan gelar Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana, melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda selama kurun waktu 1666 sampai 1670.

4. Hawkeye – Sentot Alibasyah

Punya kemiripan karakter, ini tim Avengers versi pahlawan Indonesia

foto: joesdaily.com

Mungkin kamu jarang mendengar Sentot Alibasyah, yang merupakan pejuang kemerdekaan di era Perang Diponegoro. Keduanya memiliki keahlian memanah yang nggak bisa kamu anggap enteng. Kalau tim Avengers sana punya Hawkeye, Indonesia punya Sentot Alibasyah yang merupakan salah satu panglima perang Pangeran Diponegoro. Konon Sentot Alibasyah ini ditakuti oleh pasukan Belanda karena saking jagonya dalam memanah dan berperang. Wow!

5. Black Widow – Cut Nyak Dien

Punya kemiripan karakter, ini tim Avengers versi pahlawan Indonesia

foto: marvel.com/catatantea.blogspot.com

Yang terakhir datang dari kaum hawa. Avengers punya Black Widow, Indonesia punya Cut Nyak Dien, yang merupakan salah satu gerilyawan yang melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda di Aceh. Lahir dari keluarga bangsawan yang taat beragama di Aceh Besar, Cut Nyak Dien melakukan perlawanan bersama suami keduanya Teuku Umar.

Cut Nyak Dien lalu memimpin perlawanan melawan Belanda di daerah pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya dan mencoba melupakan suaminya. Pasukan ini terus bertempur sampai kehancurannya pada tahun 1901 karena tentara Belanda sudah terbiasa berperang di medan daerah Aceh.