Brilio.net - Di Indonesia, pisang sangat mudah ditemui. Buah yang satu ini telah menjadi salah satu buah yang banyak dikonsumsi masyarakat. Berbagai pisang juga sering ditemui di pasaran. Mulai dari pisang raja, pisang kepok, pisang mas, dan masih banyak lagi yang lainnya. Tapi pernahkan kamu melihat pisang raja seribu?

Pisang raja seribu memang termasuk pisang yang kini langka. Sangat jarang dibudidayakan masyarakat, maupun dijual di pasaran. Salah satu tempat yang masih merawat pisang raja seribu adalah Kebun Plasma Nutfah Pisang di Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta.

Kenapa diberi nama raja seribu? Penamaan ini tak lepas dari bentuk buahnya yang sangat banyak. Sekali berbuah, satu tandannya bisa berisi ratusan buah pisang, bahkan bisa sampai seribu buah pisang jika dihitung. Saking banyaknya itulah diberi nama raja seribu.

Secara fisik, bentuk pohon pisang ini tak berbeda dengan pohon pisang pada umumnya. Yang membedakan hanya jumlah buahnya yang sangat banyak dalam satu tandan itu. Karena banyaknya itulah buah pisang raja seribu tak bisa besar. Ukuran buahnya biasanya hanya seukuran ibu jari tangan manusia.

Kepala UPT Pelayanan Pertanian dan Perikanan Desperindagkoptan Kota Yogyakarta, Bambang Widiatmoko saat ditemui di Kebun Plasma Nutfah Pisang mengungkapkan bahwa sangat jarang warga yang menanam pohon pisang ini. Hal itu dikarenakan kurang laku dipasaran.

"Karena panjangnya itu maka kematangan buah pisang ini tak bisa berbarenagan. Ketika bagian atas sudah tua, maka bagian bawahnya masih proses perkembangan," terang salah satu pengelola kebun tersebut kepada brilio.net, Rabu (13/5). Itulah yang menyebabkan buah ini kurang mempunyai nilai jual dan lebih sering dijadikan hiasan.

(brl/pep)