Brilio.net - Beramal memang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari memberikannya langsung kepada yang membutuhkan, hingga menitipkannya kepada sebuah lembaga tertentu.

Namun kini ada cara unik saat hendak beramal, dan cara ini masih jarang dilakukan orang-orang di Indonesia. Cara ini disebut "sedekah pending".

Sedekah pending sebenarnya merupakan konsep yang sederhana. Di mana orang yang ingin bersedekah memberikan uang lebih kepada orang berjualan atau penyedia jasa lainnya, yang kemudian kelebihan uang tersebut dijadikan alat pembayaran pengguna jasa atau pembeli setelahnya yang dianggap kurang mampu.  

Sebagai gambaran "sedekah pending" ini simak kisah pengalaman Benny Andrian yang brilio.net kutip pada Jumat (6/8). Ketika itu Andrian berada di sebuah warung bakso bersama salah seorang rekannya. Tak lama kemudian Andrian melihat ada dua pelanggan bakso yang datang. Lalu dua pelanggan tadi memesan 5 mangkuk bakso.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

"Dua porsi bakso untuk kami dan tiga porsi yang lain pending bakso," tutur Andrian menirukan perkataan pelanggan tadi. Meski kedua pelanggan tersebut hanya memakan dua porsi, mereka tetap membayar 5 porsi bakso kepada si penjual.

Penasaran dengan hal tersebut, Andrian pun menanyakan kepada penjual apa itu pending bakso. "Tunggu sebentar," jawab penjual.

Tak lama kemudian, datang seorang ibu tua dan renta dengan suara yang pelan dia bertanya "Apakah ada pending bakso?" Si penjual pun mengatakan ada dan memberikan baksonya secara gratis kepada ibu tua tadi.

Ternyata jenis sedekah ini sudah ada sejak lama. Pertama kali dikenalkan di Napoli, Italia. Cara beramal di mana orang-orang membayar lebih di depan, untuk makanan bagi orang orang yang tidak mampu.

"Sedekah ini bisa dalam bentuk Pending Warteg, Pending Gado Gado, Pending Soto, dll," pungkas Andrian.

(brl/swh)