Brilio.net - Salah satu kekayaan yang dimiliki bangsa ini selain alamnya yang melimpah adalah keragaman budayanya. Di tengah gempuran budaya modern, para anak muda Boyolali ini tetap berusaha melestarikan budaya khas Boyolali.

Salah satu cara pelestarian dan pengenalan budaya Boyolali yang cukup terkenal adalah kegiatan Duta Seni dan Misi Kebudayaan Boyolali. Kegiatan duta seni dan kebudayaan pelajar Boyolali merupakan acara tahunan yang rutin digelar sejak tahun 2013 silam.

Duta seni dan kebudayaan tersebut merupakan putra-putri terbaik Boyolali yang memiliki kesempatan ke luar negeri demi memperkenalkan budaya Boyolali khususnya tarian khas Boyolali, seperti tari jaran kepang Boyolali, tari bendera, tari garuda, tari Boyolali tani, tari penganten, tari anoman obong, tari icon Boyolali, tari topeng ireng, tari bondan kendi dan berbagai tari kreasi lainya.

"Saat ini, banyak sekali generasi muda yang lebih condong menyukai budaya barat ataupun k-pop, jarang adanya anak muda yang melesterikan budaya-budaya yang ada di Indonesia. Sebenernya mempelajari seni, apapun itu tidak pernah ada ruginya, malah kita mendapat nilai plus dari keahlian berkesenian kita," cerita Fariska kepada brilio.net, Selasa (5/8). Fariska menjadi salah satu duta seni dan kebudayaan yang terpilih.

Tahun ini telah terpilih 22 orang putra putri terbaik Boyolali dari 600 orang yang mendaftar. Dalam proses pemilihan sendiri dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga yang memiliki 3 tahapan, seperti pendaftaran, tes tertulis mengenai pengetahuan umum dan pengetahuan tentang Boyolali tentunya serta tes wawancara. Setelah itu para duta juga harus mengikuti proses karantina dan pelatihan demi persiapan yang matang.

Loading...

Tahun 2015, para duta seni dan kebudayaan tersebut akan mengunjungi negara-negara di Asia seperti Jepang, China, Hongkong dan Korea untuk memperkenalkan kepada dunia perihal budaya Boyolali.

"Total persiapan kurang lebih selama 7 bulan, dari latihan menari, latihan make up, pembuatan lagu, persiapan penyesuaian keadaan di sana, persiapan kostum, persiapan administrasi dan selama 7 bulan masih ada 3 kali karantina," cerita Fariska.

Semoga para duta seni dan kebudayaan ini mampu membanggakan Indonesia dikancah internasional, ditunggu kabar prestasinya dan selamat berkarya untuk bangsa.