Brilio.net - Rizqy Rahmat Hani (25) tak mau mengajar siswanya dengan gaya biasa seperti guru pada umumnya. Ia memilih mengajar dengan cara berbeda. Salah satunya lewat pembuatan film inspiratif.

Pelajaran wawancara dan pembuatan cerpen dirancang Rizqy menjadi pembuatan film inspiratif. Dengan cara itu, ia sekaligus menularkan kemampuannya membuat film kepada siswanya yang tak didapatkan pada pelajaran lain. Dia juga mengadakan kontes 'Pantun Idol' untuk menumbuhkan kemampuan berpantun para siswanya.

Untuk pembuatan film, Rizqy meminta semua kelas XI yang ia ajar membuat film inspiratif. Ia meminta seluruh siswa untuk mencari sosok yang bisa memberikan inspirasi yang sekaligus bisa ditiru semangatnya.

Setelah tema yang diangkat disetujui semua siswa sekelas, Rizqy membagi siswa ke dalam beberapa tim. "Satu kelas dibagi jadi beberapa tim, tergantung minat siswa.

Yang suka wawancara, yang jadi reporter untuk menggali kisah, yang suka pegang kamera ya jadi tim produksi. Saya tanya dulu dia suka apa," terang pemuda kelahiran Pekalongan 29 Mei 1989 ini.

Loading...

Rizqy pun selalu mendampingi dari proses penentuan narasumber, pengambilan gambar, hingga tahap akhir yakni editing dan pengisian suara. Yang pasti, Rizqy memang harus menyisihkan waktunya untuk sabar mengajari siswa-siswanya.

Pemuda asli Siwalan, Pekalongan ini juga tak hanya jadi guru yang pandai beretorika di kelas. Selain sukses mengantarkan siswanya juara lomba film dan baca puisi, ia pun berusaha membuktikan sebagai guru yang mempunyai kemampuan.

Buktinya, ia berhasil meraih juara 2 tentor pendidikan nonformal terbaik se-Kabupaten Pekalongan. Ia juga pernah jadi pemuda pelopor yang mewakili kabupatennya ke tingkat provinsi.

Tak hanya itu, sebagai guru Bahasa Indonesia, ia juga punya kemampuan berpuisi dengan bukti pernah meraih juara 3 lomba baca puisi tingkat Kabupaten Pekalongan.

Nah, brilio banget kan guru muda ini. Harus jadi contoh guru-guru lain agar out of the box dalam mengajar nih.