Brilio.net - Video game telah membuat banyak perdebatan di kalangan produsen game, gamer, orang tua, pendidik, dan ahli psikologi. Mereka yang kontra, beranggapan dampak dari video game berpotensi merusak mental para remaja dan anak-anak.

Sebuah studi tebaru menemukan hubungan antara kecanduan video game dan keterampilan observasi, efisiensi kognitif, dan pelaksanaan tugas. Orang-orang yang bermain video game ternyata memperoleh manfaat dari keterampilan dan perilaku mereka ketika sedang bermain.

Menurut IFL Science seperti brilio.net lansir dari lifehack.org, Sabtu (30/1), sekelompok peneliti di University of Utah dan Universitas Chung-Ang melakukan penelitian terhadap 78 remaja laki-laki dengan Internet Gaming Disorder (IGD) dan 73 remaja laki-laki tanpa gejala IGD. Berdasarkan hasil scan, peneliti mengungkapkan bahwa anak laki-laki dengan IGD menunjukkan peningkatan konektivitas antara tujuh pasang daerah di otak.

BACA JUGA: 10 Game PlayStation 2 terbaik dan menjadi kenangan generasi 2000an

Hal ini mengungkapkan remaja dengan IGD memiliki kesulitan berkonsentrasi dan bahkan mungkin mengalami gejala kecanduan hingga susah berhenti ketika bermain. Menurut Diagnostik dan Statistik Manual of Mental Disorders (DSM-5), gejala IGD mirip dengan mereka yang telah menjadi pecandu alkohol atau narkoba.

Loading...

Namun di balik fakta yang cukup buruk itu, para peneliti juga mengungkapkan dampak yang positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak laki-laki dengan IGD memperlihatkan perilaku positif yang dapat membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan keterampilan pengamatan memungkinkan gamer untuk mengidentifikasi unsur-unsur penting dari permainan.

Selain itu anak laki-laki dengan IGD terlihat dapat memproses banyak isyarat yang berbeda dalam lingkungan karena pengalaman mereka bermain game. Mereka mampu bereaksi dengan cepat dalam situasi yang mungkin tampak tidak biasa bagi orang lain.

Selain itu, University of Utah melaporkan bahwa penelitian ini menunjukkan hubungan antara gangguan game internet dan kemampuan individu untuk memproses informasi baru. Peningkatan koordinasi dan kecepatan respon terhadap rangsangan terlihat meningkat pada mereka dengan gejala IGD.