Brilio.net - Saat di sekolah kita semua pasti sudah diajarkan mengenai sejarah orang pertama yang mengelilingi dunia, yaitu Ferdinand Magellan. Memang benar pada tanggal 20 September 1519 Magellan merencanakan untuk berlayar mengelilingi dunia guna membuktikan pada semua orang bahwa hal itu sangat mungkin untuk dilakukan.

Ada sekitar 5 kapal dari Spanyol yang diberangkatkan untuk ekspedisi saat itu. Namun ternyata hanya ada 3 kapal yang berhasil berlabuh di Samudera Pasifik. Satu kapal diduga hilang saat mencapai daerah Amerika Selatan dan kapal lainnya hilang saat mencapai selat Magellan. Ketiga kapal yang tersisa harus menghabiskan waktu mereka selama 3 bulan sebelum kemudian berlabuh di daerah Guam. Saat itu mereka juga harus berjuang mengarungi samudera pasifik dalam kondisi kelaparan karena terbatasnya persediaan makanan yang dibawa.

Kemudian perjalanan mereka terhenti di Filipina, tempat di mana Magellan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 27 April 1521. Saat itu Filipina sedang dalam kondisi perang.

Dikutip dari todayifoundout.com, sudah jelas bahwa fakta ini mengantarkan kita pada cerita bahwa ternyata Magellan tidak berhasil mewujudkan misinya untuk mengelilingi dunia. Selanjutnya, ada satu perdebatan yang mengatakan bahwa salah satu budak dari Magellan lah yang sebenarnya merupakan orang pertama yang berhasil mengelilingi dunia.

Budak tersebut bernama Enrique yang sudah mengabdi pada Magellan sejak tahun 1511. Nama Enrique sendiri sebenarnya merupakan pemberian dari Magellan, jadi sampai sekarang pun tidak ada yang mengetahui siapa nama asli dari budak tersebut. Enrique merupakan salah satu awak kapal yang memiliki peran sangat penting pada misi tersebut.

Loading...

Lelaki itulah yang berhasil membuat Raja Spanyol menyetujui untuk mendanai ekspedisi Magellan. Raja Spanyol saat itu sangat terkesan pada kemampuan Enrique yang mampu memahami berbagai macam bahasa yang berbeda-beda. Selain itu, Raja Spanyol juga terkesan dengan warna kulit Enrique yang memang berbeda dengan bangsa Eropa.

Beberapa bukti juga menyebutkan bahwa Enrique berasal dari daerah sekitar Malaka, dan kemungkinan adalah Sumatera. Salah satunya adalah saat Enrique diminta menjadi interpreter ketika mereka berada di wilayah Indonesia.

Namun ada juga yang meragukan apakah Enrique benar-benar berhasil menginjakkan kakinya kembali di Spanyol atau tidak karena dia diketahui menghilang dari ekspedisi dan menghianati awak kapal yang lain. Sebenanya saat Magellan meninggal, dia memiliki wasiat yang menyatakan bahwa Enrique akan dibebaskan dan tidak lagi berstatus sebagai budak. Selain itu Enrique juga akan diberikan pesangon

sebesar 10.000 maravedis (koin Spanyol).

Tapi faktanya pada 27 April 1521, Kapten Juan Serano mengambil keputusan bahwa dia tidak akan membebaskan Enrique dengan statusnya sebagai budak. Kapten Serano membuat keputusan tersebut karena dia sadar bahwa ekspedisi itu masih membutuhkan Enrique sebagai interpreter karena mereka akan berlabuh di daratan-daratan sekitar kampung halaman Enrique.

Hal itu yang membuat Enrique merasa kesal. Akhirnya saat mereka berlabuh di salah satu pulau di Cebu, Enrique yang saat itu menjadi seorang interpreter mengatakan pada Pajah Humabon, yang merupakan

pemimpin di daerah tersebut bahwa bangsa Eropa berencana menjadikan semua orang di daerah tersebut sebagai budak. Sama halnya seperti yang mereka lakukan pada Enrique.

Hal tersebut kemudian memicu terjadinya peperangan antara kedua belah pihak yang akhirnya hanya menyisakan beberapa awak kapal tetap bertahan hidup, termasuk Enrique. Kejadian itu juga yang akhirnya membuat Enrique benar-benar merasakan kebebasan tanpa harus terkekang sebagai budak lagi. Para sejarawan juga menyebutkan dia sama sekali tidak terluka dalam peperangan tersebut serta tidak berniat untuk kembali menjadi awak kapal.

Fakta tersebut yang kemudian kembali membuat para sejarawan menjadi bertanya-tanya apakah Enrique tetap bertahan di Cebu ataukah dia memutuskan untuk kembali ke Spanyol. Jika memang dia memutuskan untuk kembali ke Spanyol seorang diri, para sejarawan memperkirakan bahwa dia membutuhkan waktu sekitar 15 bulan dari pelariannya pada tanggal 1 Mei 1521 di Cebu sampai akhirnya benar-benar menginjakkan kaki kembali ke Spanyol. Hal ini juga sebenarnya masih menjadi misteri karena memang tidak ada satu dokumen pun yang menjelaskan tentang kejadian tersebut.

Nah, pada 6 September 1522, tiga tahun setelah keberangkatan awal, akhirnya ada 1 kapal yang berhasil kembali ke Spanyol dengan 18 awak kapal. Padahal perjalanan awal ada sebanyak 241 awak kapal yang mengikuti ekspedisi tersebut. Namun meskipun Magellan tidak bisa menyelesaikan misinya tersebut dan bukan merupakan orang pertama yang berhasil mengelilingi dunia.

Magellan tetap dianggap sebagai orang pertama yang merencanakan sebuah ekspedisi mengelilingi dunia yang bisa dibilang cukup sukses. Setidaknya sebelum dia meninggal, dia juga berhasil menemukan rute menuju Samudera Pasifik melalui jalur barat.