Brilio.net - Kartun memang bisa menjadi program favorit anak-anak. Wajar, saja mereka sangat betah duduk berjam-jam demi tayangan tersebut. Akan tetapi, serial kartun dengan kecepatan gerak tinggi seperti SpongeBob bisa memengaruhi konsentrasi anak.

Dikutip brilio.net dari time.com, Selasa (28/4), sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal Pediatrics menyebutkan bahwa menonton sembilan menit Spongebob bisa mengurangi konsentrasi pada anak dibandingkan mereka yang nonton film kartun dengan nilai edukasi.

Seorang psikolog asal Universitas Virginia bernama Angelina Lilard  mengadakan riset ini dengan melibatkan 60 anak yang berumur empat tahun. Masing-masing peserta dibagi ke dalam tiga kelompok dengan aktivitas yang berbeda.

Grup pertama melakukan mewarnai dan kelompok kedua menonton film kartun dengan kecepatan gerak tinggi  (dalam kasus ini kartun yang dipilih SpongeBob). Sedangkan kelompok terakhir menonton kartun dengan kecepatan gerak rendah (dalam studi ini adalah Caillou, seperti Upin Ipin kalau di Indonesia). Durasi untuk melakukan masing-masing kegiatan adalah sembilan menit.

Baca juga :

Loading...

Fenomena aneh yang hanya terjadi di jagat SpongeBob

Hal ini sangat rendah jika dibandingkan dengan kelompok lainnya. Kelompok tiga jumlahnya hingga 35%, bahkan kelompok satu mencapai 70%. Selain itu, anak yang menonton SpongeBob pada penelitian ini juga menunjukkan kemampuan yang rendah untuk menaati peraturan.

Setelah durasi selesai, ketiga kelompok ini diuji dengan berbagai tes. Di antaranya adalah mengingat informasi, memecahkan masalah dan seberapa patuh dengan peraturan. Angline mengungkap bahwa hanya 15% dari kelompok dua (grup yang menonton SpongeBob) yang mampu memecahkan soal yang diberikan.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh kartun terhadap kemampuan eksekutif pada otak balita seperti konsentrasi, kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan untuk tetap fokus. Dalam riset tersebut memang terbukti bahwa jenis film kartun yang berbeda ternyata mempengaruhi kemampuan eksekutif pada otak.