Brilio.net - Klasik dan terlihat elegan, itulah kesan yang tersampaikan saat melihat motor Vespa. Motor yang diproduksi oleh Piaggio ini banyak digemari berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang tua.

Vespa, sepeda motor jenis skuter, telah membuat banyak orang terpikat, tidak terkecuali Dimas. Kehidupan pemuda berusia 26 tahun ini tak bisa dipisahkan dari Vespa.

Anak bungsu dari lima bersaudara ini menjadi generasi ketiga yang melanjutkan usaha bengkel Bavessta (Babeh Vespa Service Sultan Agung) di Jalan Sultan Agung No.23 Pakualaman, Yogyakarta yang dirintis sang kakek. Kecintaannya terhadap otomotif memang tidak dapat dielakkan lagi. Sejak duduk dibangku SMP, dia sudah mengenal dunia otomotif.

"Dulu Babeh (ayah Dimas) sering ngajak kalau dia touring dengan vespanya, nah setelah itu saya sering dibuat sebel dengan Vespa yang mogok tiba-tiba, karena itulah saya mulai mengotak-atik sepeda motor ini," jelas Dimas kepada brilio.net ketika ditanya perihal awal mula dia mengenal Vespa, Jumat (17/4).

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Di tangan Dimas, sudah puluhan Vespa yang dibenahinya, mulai dari penggantian mesin hingga modifikasi Vespa keluaran baru menjadi tampak sepeti Vespa keluaran lama. Modifikasi sebuah Vespa dapat dilakukannya selama sehari atau pun seminggu, tergantung cuaca dan kesulitan mesin. Dalam modifikasi satu Vespa bisa menghabiskan Rp 2 juta hingga Rp 8 juta. "Kalau pada umumnya motor dimodifikasi supaya lebih baru, kalau Vespa dimodifikasi malah untuk dibuat lebih kuno lagi," ujar Dimas

Dimas memang terlahir dikeluarga yang sangat suka dengan dunia otomotif. Kakeknya yang mendirikan bengkel yang kini diurusinya memang sangat cinta dengan dunia yang akrab dengan oli ini. Almarhum ayah Dimas juga demikian, bahkan almarhum sering mengikuti berbagai kegiatan touring selama hidupnya.

"Pernah ikut touring juga sama Babeh, saya menemukan ternyata di komunitas pecinta, kita tidak cuma bicara soal motor saja, di sana kita menemukan keluarga," lanjutnya.

Ya, Dimas merasakan menemukan solidaritas yang tinggi terjalin di setiap pecinta skuter asal Italia itu. Hal itulah yang membuat Dimas dari hanya mengurusi motor pemberian ayahnya menjadi benar-benar jatuh cinta dengan Vespa. Dia pun bertekad melanjutkan usaha bengkel Vespa.

Tidak hanya Dimas, keempat kakaknya pun tidak luput dari Vespa. Kesemuanya suka dengan motor yang sangat erat dengan kesan klasik. Wah, benar-benar keluarga pecinta Vespa.

(brl/pep)