Brilio.net - Sekarang kalau mau makan sate ala Afrika kamu nggak perlu jauh-jauh lagi ke Afrika. Kuliner unik ini sudah bisa kamu temui di Indonesia. Menawarkan sensasi makan unik dan beda dari yang lain, Sate Afrika hadir di Jakarta dan Yogyakarta.

Sesuai namanya, resto ini menawarkan sate ala Afrika sebagai menu andalannya. Meskipun bernama sate, tetapi kuliner yang satu ini berbeda cara penyajian dan pengolahanya jika dibandingkan dengan kebanyakan sate di Indonesia.

Sate Afrika dihidangkan bukan dengan tusuk seperti sate kebanyakan. Tetapi potongan daging yang telah dibakar, disajikan di atas piring bersama pisang goreng. Ditemui di Sate Afrika cabang Yogyakarta, Antok, Manajer Operasional menjelaskan kepada tim brilio.net, Kamis (19/11) bahwa konsep ini memang diambil langsung dari cara makan orang Afrika. Yaitu daging merah yang dibakar dan dimakan bersama dengan potongan pisang goreng atau roti, bukan dengan nasi.

Tapi nggak perlu khawatir bagi kamu yang nggak suka pisang. Resto ini juga menyediakan nasi sebagai pelengkap hidangan sate. "Kadang-kadang memang ada orang yang nggak berani mencoba makan pakai pisang," terang Antok, sehingga pihaknya tetap menyediakan nasi. Selain itu juga ada pilihan saos pelengkap seperti mustard, mayonais, atau sambal seperti biasa. Biasanya orang Afrika lebih memilih mustard sebagai saos pelengkap.

Uniknya lagi, daging yang menjadi bahan utama sate ini adalah daging domba. Bukan daging sapi atau kambing seperti kebanyakan sate pada umumnya. "Kita memang sengaja menggunakan daging domba, karena selain tidak berbau amis seperti kambing, juga lebih rendah kolesterol. Selain itu daging domba lebih lunak. Antok menjelaskan pihaknya mengambil domba dari suplier yang ada di Yogyakarta. Ciri-ciri yang bisa kita jadikan sate adalah domba dengan berat 14-18 kg dengan umur di bawah 1 tahun.

Pencetus ide kuliner ini adalah seorang imigran asal Mali, Haji Ismail Coulibaly.  Ismail menetap di Indonesia sejak 17 Tahun yang lalu. Mulanya Ismail datang ke Indonesia berbisnis sepatu kemudian beralih ke kuliner. "Beliau asli orang Afrika, akhirnya membawa budaya makan orang sana juga. Maka hadirlah sate Afrika," tutur pria berambut gondrong ini.

Proses memasak sate Afrika juga lebih panjang dibandingkan dengan sate pada umumnya. Setidaknya ada empat proses yang harus dilalui oleh daging domba sebelum disajikan kepada pemesan. Awalnya daging mentah dibakar lalu direbus, setelah itu daging dibakar lagi untuk menghilangkan kolesterol dalam daging. Baru daging dipotong dalam ukuran kecil lalu dikocok dalam panci khusus yang telah berisi bumbu khas Afrika.

Bagi kamu yang tertarik untuk mencoba makan daging bersama dengan pisang goreng, kamu bisa langsung menuju ke rumah makan Sate Afrika yang berada di daerah Tanah Abang, Jakarta atau di daerah Tajem, Maguwoharjo, Yogyakarta.

Selain menu sate dengan pisang goreng, menu unik lainnya sop domba dan nasi kebuli. Kemudian dari minuman yang bisa kamu coba adalah jus sawi dicampur dengan nanas dan daun mint. Untuk nasi kebuli, kata Antok, tidak seperti nasi kebuli yang ada di Timur Tengah. Antok menjelaskan kalau nasi kebuli khas Timur Tengah itu penuh dengan kuah kari kental. "Kalau nasi kebuli Afrika kuah karinya lebih sedikit dan rempahnya tetap terasa," sambung Antok.

Bagaimana, kamu tertarik untuk mencoba?

(brl/ani)

(brl/ani)