Brilio.net - Kuliner yang menghidangkan makan enak, tempat yang nyaman dan pelayanan yang memuaskan menjadi petualangan seru tersendiri para pecintanya.

Nah, di Jogja ada kuliner dengan nama ektrim loh, Tengkleng Gajah. Apa yang terlintas di pikiran kamu jika pertama kali mendengarnya? Pastinya bertanya-tanya dan penasaran seperti apa jenis kuliner yang satu ini. Apakah berbahan daging Gajah?

Jawabannya tentu ketika kamu berkesempatan untuk mencicipi sajian Tengkleng Gajah di warung makan yang terletak di wilayah Bulurejo, Minomartani, Ngaglik, Sleman. Kamu baru ngeh bahwa ada unsur penamaan gajah karena porsinya yang besar, seperti tubuh gajah. Kalau masakannya sih sama sekali tidak menggunakan bahan baku daging gajah sama sekali, karena warung ini menyajikan makanan berbahan baku daging kambing.

“Kadang masih ada konsumen yang bertanya daging gajahnya mana, padahal nama Tengkleng Gajah itu populer karena porsinya yang besar,” ujar Ari (35) pengelola warung, kepada brilio.net, Rabu (27/5).

Makan siang dimana? Cobain yuk menu tengkleng gajah

Loading...

Menurut pengelola dari warung yang awalnya bernama Warung Sate Kambing Sari Roso Mulyo ini, sejak nama warung berganti menjadi Tengkleng Gajah banyak orang penasaran. Banyaknya konsumen yang datang dan mempromosikan dari mulut ke mulut membuat namanya cukup terkenal hingga ke telinga wisatawan dari luar kota Yogyakarta.

“Menu favorit yang dipesan pengunjung adalah Tengkleng Gajah. Menu ini masaknya sesuai selera pengunjung, yaitu tengkleng gajah dengan resep orisinal, tengkleng gajah dimasak tongseng atau digoreng,” kata tambah Ari.

Tengkleng adalah sejenis masakan sup khas Solo yang berbahan dasar daging, jeroan, dan tulang kambing yang hampir mirip dengan masakan gulai kambing.

Begitu Tengkleng Gajah dihidangkan, daging yang menempel di tulang yang berukuran cukup besar. Pengunjung biasanya membutuhkan alat bantu untuk menikmati sumsum tulang dengan cara diseruput dengan sedotan. Pastinya rasanya maknyus.

Rumah makan ini buka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Hanya saja memasuki waktu liburan panjang, kamu harus siap dengan kemungkinan warung akan tutup lebih cepat.

“Saat liburan atau akhir minggu, biasanya ramai dan kami tutup lebih awal jika hidangan yang tengkleng yang harus kami masak beberapa jam sebelumnya sudah habis,” ujar Ari.

Untuk porsi olahan daging kambing yang cukup banyak, rata-rata harga masing-masing menu berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 30.000.

Bau harum yang menggoda saat masakan disajikan akan sangat nikmat dipadukan dengan nasi panas yang bisa Anda ambil sepuasnya. Kuahnya cukup kental dengan cita rasa khas yang tidak terlalu tajam, dipadukan dengan irisan cabai dan sayuran akan menambah kenikmatan saat menikmati hidangan ini.