Brilio.net - Kamu tentu sering mendengar cerita tentang mahasiswa yang kuliah dengan biaya sendiri, tentang usaha dan kerja kerasnya untuk mandiri. Entah itu tuntutan keadaan maupun atas dasar keinginan pribadi. Ada cerita keren dari salah satu contoh mahasiswa berprestasi yang bisa kamu jadikan inspirasi.

Adalah Rivan Amri, seorang mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang memilih bekerja sejak semester awal kuliah untuk membantu perekonomian keluarga. Dia mengambil pekerjaan sebagai guru dan trainer, sesuai dengan jurusan kuliahnya. Dia mengaku menyenangi kegiatan menyampaikan ilmu pada khalayak.

Tak hanya itu, mahasiswa asal Cilacap ini juga memiliki usaha di bidang percetakan dan souvenir. Proposal program kreativitas mahasiswa (PKM)-nya juga empat kali lolos didanai DIKTI, sehingga 'sisihan' dari sana juga bisa membantu perekonomian keluarga.

"Ibu nggak lulus SD, kerja jadi ibu rumah tangga. Bapak lulusan SMP jadi security proyek, tahun depan sudah pensiun," kata Rivan saat berbincang dengan brilio.net, Selasa (7/4) malam.

Rivan tinggal bersama paman dan bibinya yang berprofesi sebagai petani di Jalan Magelang, Sleman. Beruntungnya, untuk kuliah, Rivan tak perlu kerja lebih keras karena dia mendapat beasiswa Peningkatan Potensi Akademik (PPA). Sejak awal kuliah Rivan hanya meminta sekali yaitu untuk pendaftaran awal masuk universitas.

Loading...

Kini mahasiswa yang tengah menggarap skripsi ini mengajar di SMA Islam Terpadu Ihsanul Fikri Magelang, Selasa-Sabtu pukul 06.30-16.00. Ia hanya punya waktu sore-malam hari untuk menggarap skripsi, itupun belum dikurangi jika ada pekerjaan yang belum sempat diselesaikan di sekolah.

Meskipun begitu, pemuda yang punya sakit vertigo yang masih sering kambuh ini masih bertekad menyelesaikan tugas akhirnya. Sore hari ia beristirahat setelah seharian menyampaikan ilmu. Ia memanfaatkan waktu sebelum tidur dan hari liburnya untuk melanjutkan ke Bab V skripsinya. Pagi hari setidaknya pukul 6 ia harus sudah berangkat ke sekolah karena butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke sekolah.

Anak pertama dari 2 bersaudara ini memang sempat down ketika file skripsinya sempat hilang bersamaan dengan flash disknya. Dia berpikir mau tak mau harus mengulng dari awal, padahal sudah selesai 4 bab. Namun ia sempatkan untuk mencari terlebih dahulu datanya di berbagai tempat selama hampir sebulan lamanya dan ia bersyukur karena ia sempat memback up file skripsinya.

Tetap semangat Pak Guru hebat!