×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Kisah Juliuz keramatkan tanggal 29 dalam persahabatan

View Image

0

BRILIO » News

Kisah Juliuz keramatkan tanggal 29 dalam persahabatan

Tanggal yang sama terus berulang menjadi momen pengakhir dari pertemanannya.

20 / 01 / 2016

Brilio.net - Setiap orang memiliki sahabat. Banyak hal yang bisa dikisahkan dari persahabatan. Juliuz (21) berbagi kisah tentang persahabatannya pada brilio.net melalui layanan bebas pulsa di nomor 0-800-1-555-999. Pria asal Solo ini punya kisah unik dengan persabahatan. Dia mempercayai tanggal 'keramat' dalam persahabatan. Tanggal yang sama terus berulang menjadi momen pengakhir dari pertemanannya.

Suatu malam pada tahun 2000, ketika baru saja naik kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP), Juliuz harus berpisah dengan sahabat-sahabatnya, Dipa, Ujang, dan Yanti. Juliuz harus ikut orangtua pindah ke Yogyakarta. Juliuz ingat benar itu tanggal 29 Juli, mereka berjanji akan bertemu lagi.

Sejak kecil sampai usia 12 tahun, Juliuz yang semula berdomisili di Provinsi Riau paling banyak menghabiskan waktu bersama tiga orang tersebut.

Ada kabar dari orangtua Juliuz bahwa keberangkatan mereka ditunda karena sesuatu hal, yang lantas diikuti kegembiraan dari empat sekawan itu karena mereka jadi punya waktu bersama lagi untuk beberapa lama. Namun jam 10 malam kapal dikabarkan telah tiba. Keluarga Juliuz berangkat saat itu juga.

Di tempat barunya, pria asal Solo, Jawa Tengah, ini punya sahabat baru namanya Sulantoro. Juliuz ingat benar itu tepat tanggal 29 Agustus. Kebersamaan mereka tak lama, sebab Antoro memiliki riwayat penyakit akut. Suatu waktu, Antoro membicarakan tentang dirinya yang akan pulang ke rumah asal ketika mereka tengah di pantai bersama. Juliuz sempat bingung, pasalnya Antoro berasal dari Yogyakarta. Selang beberapa hari, seseorang mengabarkan pada Juliz bahwa Antoro ingin bertemu dengannya.

Loading...

"Satu hal yang tidak pernah dibayangkan, ternyata Antoro ingin ketemu untuk yang terakhir kalinya. Tidur di pangkuan saya, dia bilang ngantuk gitu kan. Terus saya bangunin nggak bangun-bangun lagi. Ternyata dia sudah meninggal, pas itu tanggal 29 Agustus," jelas Juliuz.

Pascakejadian itu, pria yang lepas dari orangtua sejak menempuh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini memilih pindah agar tidak berlarut dalam kesedihan karena kehilangan sahabat. Di kos baru, Juliuz mengenal dokter Erlan, pria asal Medan, Sumatera Utara. Dari pria inilah Juliuz memperoleh biaya untuk kuliah di salah satu Sekolah tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) di Yogyakarta. Alumnus Unibersitas Gadjah Mada (UGM) ini menjadi sahabat Juliuz.

"Tanggal 29 September tahun 2012, di kamar saya cuma ada secarik kertas puisi gitu dari dokter Erlan. Dia bilang maaf ya saya nggak bisa ngedampingi kamu sampai lulus, saya harus ngejar tugas di Kalimantan. Tapi saya mau kamu tetap lulus pakai baju putih kebanggaan kita," akunya.

Setiap bulan Juliuz mendapat kiriman Rp 1,5-2,5 juta, kecuali mendekati pembayaran semester, uang yang dikirim sebesar 15 juta rupiah, sebab pembayaran kuliah mencapai Rp 13 juta. Juliuz mengaku tak tahu pasti siapa saja yang mengiriminya. Sebab selain dokter Erlan ada beberapa rekan dokter Erlan lainnya yang juga ikut mengiriminya uang.

"Terima kasih banget buat dokter Erlan yang telah memberikan semuanya untuk saya," tuturnya.

Tak heran jika pria yang kini bekerja sebagai perawat ini mengkeramatkan tanggal 29. Juliuz bilang, pada tahun 2003 dia pernah punya sahabat bernama Puji Rianto. Lagi-lagi Puji harus kehilangan sahabatnya di tanggal 29.

Juliuz mengaku kecewa berat dengan Puji. Suatu hari dia bilang tak akan ikut kepindahan orangtuanya ke Kalimatan. Namun beberapa hari berselang, Puji ikut kedua orangtuanya pindah ke Kalimantan. "Dia orang paling jahat yang pernah saya kenal, orang yang paling nyebelin yang saya kenal," kata Juliuz mengungkapkan kekesalannya.

Juliuz menuturkan, dia ingin meyakinkan dirinya bahwa tanggal 29 bukanlah tanggal perpisahan. "Ingin sekali mematahkan sugesti itu tapi tetep aja sampai sekarang belum bisa," akunya.

Cerita ini disampaikan oleh Juliuz melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!







Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    100%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more