×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Kisah Joyce, banting setir dari akademisi menjadi wirausaha

View Image

0

BRILIO » News

Kisah Joyce, banting setir dari akademisi menjadi wirausaha

Sudah nyaman jadi dosen, Joyce malah nekat keluar dan memilih mengembangkan usaha barunya.

02 / 04 / 2015

Brilio.net - Banyak orang yang mendambakan kerja kantoran yang enak, dapat gaji tetap dan berbagai tunjangan. Tapi hal itu tak berlaku bagi Joyce (41), warga Jalan Menur 4, Salatiga, Jawa Tengah. Sudah nyaman jadi dosen, ia malah nekat keluar dan memilih mengembangkan usaha barunya.

Riwayat pekerjaan wanita lulusan Fakultas Farmasi UGM ini selalu berhubungan dengan hal akademisi dan penelitian. Sebelum bekerja sebagai dosen di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Semarang, ia juga pernah menjadi staf penelitian dan pengembangan sains di sekolah Santa Laurensia Serpong, Tangerang.

Tapi dari kesibukannya meneliti dan bereksperimen itulah yang menjadi awal usahanya saat ini. Sejak 2008, ia mengembangkan usaha pembuatan souvenir acara dari bahan tepung. Bersama 3 karyawannya, ia setiap bulan harus menyelesaikan orderan ribuan souvenir untuk berbagai acara.

Joyce bercerita bahwa kemampuannya untuk membuat berbagai jenis barang ini terasah ketika ia bekerja di sekolah Santa Laurensia Serpong. Saat itu ia selalu mengajari anak-anak untuk membuat berbagai kerajinan yang sebelumnya pernah ia pelajari.

"Dari pengalaman tersebut, kemudian saya berpikir kalau saya sudah bisa mengajarkan pembuatan kepada orang lain dan diminati, kenapa saya harus ikut kerja ke orang lain?," terangnya ketika dihubungi brilio.net, Kamis (2/4).

Loading...

Tahun 2006 ia memberanikan diri untuk berhenti dari pekerjaannya itu dan kembali ke kampung halamannya untuk berwirausaha. Di Salatiga, awalnya Joyce membuat souvenir dari bahan lilin dan fiberglass. Tapi ternyata mental wirausaha Joyce belum terbentuk. Joyce masih merasa kesulitan memasarkan produknya. Hingga ia pun mengambil tawaran untuk menjadi dosen lagi pada 2007.

Setahun berjalan ia kemudian menemukan resep unik yang menjadikan tepung sebagai clay yang menjadi bahan baku souvenir. Ia pun kembali mencoba peruntungan untuk menjual hasil olahan tangannya itu. Karena laris, ia pun akhirnya memutuskan keluar dari pekerjaannya sebagai dosen di STIFAR.

Selain sibuk memenuhi pesanan souvenir, saat ini ia pun membuka kursus pembuatan souvenir dari berbagai bahan. Rumahnya kini ia beri nama Rumah Kreativitas Joy Art.

"Ada kursus clay tepung, lilin, fiber glass, gypsum, kreasi cangkang telur, permen, fancy cookies, cupcake dan masih banyak lagi," terang Joyce





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    100%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more