Brilio.net - Lahir di keluarga nelayan dengan ekonomi yang pas-pasan tidak membuat semangat Cindy Aldrina Anjella untuk bersekolah padam. Meski kerap mendapat cibiran soal niatnya melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, gadis kelahiran Pekanbar, 19 tahun silam ini berhasil membuktikan prestasinya setelah diterima di Universitas Riau dengan beasiswa.

Perjuangan Cindy untuk duduk di bangku kuliah memang terbilang penuh liku. Kisah Cindy bermula ketika dia berniat mengikuti SNMPTN. "Peraturan di sekolah kalau ingin mendaftar SNMPTN harus ada simpanan Rp 1,5 jt sebagai jaminan. Rasanya tak mungkin minta kepada ortu. Sampai akhirnya saya nekad untuk meminjam uang kepada kepala sekolah," kata Cindy saat dihubungi brilio.net, Jumat (10/7).

Dengan proses yang panjang, orangtua Cindy kemudian dipanggil pihak sekolah untuk membicarakan perihal keinginan Cindy. Hasil pertemuan tersebut membuat ibu Cindy justru melarang dirinya untuk kuliah. Namun Cindy tak patah arang. Dia terus membujuk orangtuanya untuk memberikan restu mereka.

Di sisi lain, Cindy ternyata sebelumnya secara diam-diam sudah mendaftar Bidik Misi, beasiswa dari pemerintah untuk mahasiswa yang berprestasi namun tidak mampu dari segi ekonomi. Dengan harapan, Cindy dapat kuliah tanpa harus membebani orangtuanya.

Lika-liku cobaan dia hadapi demi mengurus beasiswa tersebut. Sampai suatu ketika dia harus bertemu dengan rektor karena terdapat kesalahan pada nama. Kesalahan tersebut membuat namanya tidak terdaftar pada pengumuman online. "Akhirnya saya lulus SNMPTN dan lulus beasiswa Bidik Misi. Sekarang saya sudah masuk semester 3, dan orangtua saya tidak pernah mengeluarkan uang sepersen pun untuk kuliah saya," ujar mahasiswi Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan, Universitas Riau itu.

Loading...

Kendati demikian, ujian hidup anak sulung dari tiga bersaudara itu belumlah usai. Banyak orang yang heran dan menyepelekan jurusan yang dia ambil. 'Mau jadi nelayan kok mesti kuliah?' atau 'Mau jadi apa besok, kerjanya apaan?' adalah beberapa selentingan yang sering dia dengar dan masih banyak cibiran lainnya yang membuat dirinya berulang-ulang harus mengelus dada.

Sindiran, hinaan, maupun cacian membuat Cindy tetap bergeming. Keinginan untuk mengubah harga diri dan martabat keluarganya terlanjur besar. Bagi Cindy, duduk di bangku kuliah dan menjadi seorang sarjana bisa mengobati rasa perih atas hinaan dan cacian yang dilemparkan kepada orangtuanya.

"Kehormatan orangtua saya ada pada saya, saya rela berkorban apa pun. Mereka boleh menghina saya, tapi tidak untuk keluarga saya. Saya akan buktikan, bahwa saya sebagai anak sulung mampu membanggakan orangtua dengan cara saya sendiri," tegasnya.

KLIK JUGA:

7 Superhero ini bukannya keren malah konyol lalu bikin gagal paham

Masih ingat superhero jadul asal Indonesia? Ini lho mereka!

Seandainya superhero menjalankan ibadah puasa, seperti ini gambarannya

SEDANG POPULER DI BRILIO:

Kalau kamu senyum-senyum lihat 25 Gambar ini, masa kecilmu bahagia!

16 Foto balasan SMS penipuan yang bikin ketawa ngakak

Ingat 'Si Kentung' film Tuyul & Mbak Yul? Kisahnya sungguh tragis

Kisah Mbah Sholeh, tukang sapu Masjid Ampel yang punya 9 makam

12 Kebiasaan harian yang ternyata bisa bahayakan kondisi mental kamu!

Sering nyeri punggung? Hati-hati, itu bisa karena kebiasaan merokokmu!

Awas! 10 Bahan makanan ini nggak boleh kamu simpan di dalam lemari es